Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Bukan Hanya Ngantuk, Nguap Juga Bisa Disebabkan Karena Ini...

Bukan Hanya Ngantuk, Nguap Juga Bisa Disebabkan Karena Ini...

11 Juli 2017 | Dibaca : 2497x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Menguap merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan saat kita mengantuk, lelah maupun bosan. Namun ternyata ada beberapa kondisi lain yang dapat memicu kita untuk menguap. Menurut beberapa teori, inilah penyebab menguap yang sering kita alami :

1. Mengantuk

Ketika seseorang mengantuk maka ia akan kehilangan konsentrasi yang akhirnya menimbulkan rangsangan di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan munculnya rasa kantuk melalui stimulasi menguap sebagai sistem pengatur tidur.

2. Menular

Banyak orang percaya jika menguap itu menular. Yupz... benar saja, ketika kita melihat orang lain sedang menguap maka kita pun akan secara otomatis ketularan ingin melakukan tindakan (nguap) tersebut.

3. Kurang Oksigen di Otak

Penyebab lain seseorang menguap yaitu karena asupan oksigen yang kurang di otak maupun darah. Hal ini akan meningkatkan kadar karbondioksida karena menguap dipercaya dapat mengeluarkan udara kotor dari paru-paru dan juga meningkatkan aliran karbondioksida ke otak.

4. Proses Pendinginan Otak

Seorang peneliti dari University of Pricenton, Gallup, mengatakan jika pada saat menguap terjadi peregangan mulut yang akan semakin melebar dan pada saat itulah akan meningkatkan aliran darah di leher, wajah dan kepala. Proses peregangan mulut tersebut akan diikuti dengan pengambilan nafas panjang dan dalam yang akan membuat turunnya cairan spinal dan darah dari otak. Udara dingin yang masuk ke mulut saat menarik nafas akan otomatis mendinginkan cairan tersebut.

5. Gangguan Kesehatan

Sering menguap juga dapat menjadi salah satu indikasi jika kesehatan kita sedang terganggu. Beberapa gangguan kesehatan tersebut antara lain:

* Gangguan tidur

* Reaksi vasovagal – stimulasi saraf vagus yang menyebabkan nadi dan tekanan darah turun drasti serta kekurangan oksigen.

* Gangguan pada otak seperti stroke, epilepsi, tumor.

* Beberapa jenis pengobatan seperti obat-obatan golongan SSRI.

* Gangguan pengaturan suhu tubuh.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Gedung Tertipis di Lebanon Ini Ternyata Dilandasi dari Dendam Dua Saudara
21 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Di ibukota Lebanon, Beirut terdapat sebuah gedung dengan tampilan unik. Jika dilihat dari depan, tampilan gedung ini layaknya gedung bertingkat ...
Pihak berwenang Prancis mengembalikan permata yang dicuri dari hotel Ritz
12 Januari 2018, by Slesta
Pihak berwenang Kamis memulihkan semua permata yang dicuri oleh perampok penyepuhan kapak dalam pencurian yang kurang ajar dari Ritz Paris. Polisi Prancis ...
Layanan Musik Online SoundCloud Menyimpan Investasi $ 170 Juta
13 Agustus 2017, by Slesta
Layanan musik digital SoundCloud akan terus beroperasi menyusul putaran investasi baru. Pendiri SoundCloud Alexander Ljung mengkonfirmasi bahwa platform ...
Negara Asia Dengan Tingkat Kelahiran Terendah
25 Juli 2018, by oteli w
Negara Asia Dengan Tingkat Kelahiran Terendah Tingkat kelahiran yang sehat adalah dengan rata-rata 2.0 untuk setiap perempuan dengan umur 15-45 tahun, yang ...
Bagaimana Sistem Imun Deteksi Sel Kanker
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Kanker tersembunyi dari sistem kekebalan tubuh. Sistem pertahanan tumor alami harus dapat mendeteksi dan menyerang sel kanker saat muncul. Namun saat kanker ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview