Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Belajar Makna Keluarga dari Film Coco (2017)

Belajar Makna Keluarga dari Film Coco (2017)

27 Februari 2018 | Dibaca : 395x | Penulis : Dika Mustika

Film ini diawali oleh peringatan hari kematian. Hari kematian adalah adalah salah satu perayaan yang dirayakan di Meksiko. Hari di mana keluarga memasang foto anggota keluarga mereka yang sudah meninggal. Mereka juga menyiapkan makanan dan minuman juga bagi kerabatnya yang sudah meninggal tersebut. Nah, dikisahkan ada keluarga Rivera yang sangat membenci musik. Bukan tanpa alasan keluarga ini membenci musik. Keluarga ini membenci bahkan seperti mengharamkan musik, karena kisah nenek moyang mereka yang ditinggalkan oleh kakek (moyang) karena sang kakek ingin bermain musik untuk orang yang lebih banyak. Intinya sang kakaek moyang ingin mengikuti passionnya bermain musik dan menjadi terkenal. Ia pun meninggalkan istri (nenek moyang) dan anaknya. Dan sejak ia pergi, ia tak pernah kembali lagi. Begitu marah dan kecewanya nenek moyang, hingga ia akhirnya membuang semua alat musik dan melarang semua anggota keluarganya untuk bermain musik. Kalau dilihat sekilas, mungkin bagi yang memang belum menonton film ini, seakan keluarga yang digambarkan oleh film ini adalah kelaurga yang kejam atau tidak demokratis karena gara-gara kepergian kekek moyang, semua anggota keluarga hingga turun-menurun yang kena dampaknya. Jika kamu mennyangka Coco film yang seperti itu, kalian salah besar. Film ini adalah salah satu film keluarga yang sukses dalam memvisualisasikan bentuk kehangatan dan kedekatan sebuah keluarga. Interaksi antar cucu, anak, paman, bibi, ibu, ayah, nenek sungguh terasa.

 

Nah, kembali lagi ke alur ceritanya. Apa hubungan antara hari kematian dan larangan bermain musik? Di keluarga tersebut ada Miguel yang ternyata sangat berminat pada musik, ia biasanya sembunyi-sembunyi dalam bermain musik. Namun setelah ia terinspirasi oleh seorang pemusik terkenal yang bernama Ernesto de la Cruz, ia pun bertekad untuk dapat mewujudkan mimpinya menjadi seorang pemusik ternama. Keinginan Miguel yang besar ini lah yang akhirnya membuatnya mencuri gitar milik orang yang sudah meninggal. Nah ternyata orang yang Miguel curi gitarnya adalah Ernesto de la Cruz. Di situlah petualangan Miguel berpetualang di kehidupan orang yang sudah mati dimulai. Menariknya, visualisasi ‘dunia orang yang sudah meninggal’ cukup unik. Ketika hari perayaan tiba, keluarga yang sudah meninggal bisa mengunjungi anggota keluarga yang masih hidup. Namun, tidak semua orang bisa menyeberangi jembatan dari kelopak bunga. Hanya orang mati yang dipasang foto oleh anggota keluarga yang masih hidup yang boleh menyebrangi jembatan tersebut. artinya, hanya orang mati yang ‘berkesan’ di hati orang-orang yang masih hiduplah yang bisa berkunjung ke dunia nyata (pada hari perayaan kematian) dan  tetap bertahan di dunia kematian (di satu bagian cerita, ada orang yang seakan musnah entah ke mana ketika tak ada seorang pun yang memasang fotonya di hari peringatan. Menariknya, ‘kesan’ itu lah yang bisa berupa kebaikan, amal-amal sesama manusia, berbagai hal baik yang dilakukan seseorang semasa hidup. Dalam petualangan itulah Miguel bertemu dengan Hector, orang yang mau menolongnya untuk bisa bertemu dengan Ernesto de la Cruz. Setelah mengalami berbagai konflik, Miguel akhirnya paham betapa keluarga sungguh bermakna. Passion pun akhirnya ‘kalah’ dengan kekuatan cinta dari keluarga. Dan cinta tak akan mengecewakan pe-cintanya.

 

Film kartun yang sukses memvisualisasikan dunia kematian juga berbagai serba-serbinya, sungguh sarat makna. Cinta keluarga, cinta diri, dan cinta pada kehidupan (kini dan kelak) dapat diperoleh dari film ini. Film ini juga dihiasi dengan soundrack lagu yang indah sebagai pelengkapnya. Oh, satu lagi yang menarik dari film ini adalah alur ceritanya yang sulit untuk ditebak. Dan terakhir, ini adalah film tentang kematian yang disajikan bukan dengan horor, namun dengan kehangatan (keluarga).

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Puding Regal, Dessert Praktis Cocok untuk Si Kecil
24 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Puding menjadi salah satu camilan yang disukai oleh segala usia, khususnya anak-anak. Dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut dan ...
Temukan Penggelembungan Suara, Bawaslu Perintahkan Pemilihan Ulang
30 Juni 2018, by oteli w
Temukan Penggelembungan Suara, Bawaslu Perintahkan Pemilihan Ulang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten menemukan dugaan pelanggaran ...
Djarot : Anak-anak Berhak Mendapatkan Pendidikan, Pelayanan Kesehatan dan Tempat Rekreasi yang Baik
23 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rabu, 23-08 2017, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri Hari Anak Nasional 2017 di Dunia Fantasi (Dufan), Jakarta Utara. ...
Studi Menghubungkan Minuman Bergula Selama Kehamilan Hingga Asma Masa Kecil
11 Desember 2017, by Slesta
Anak-anak lebih mungkin untuk mengembangkan asma jika ibu mereka menenggak minuman bergula selama kehamilan, sebuah penelitian baru menunjukkan. Ibu hamil ...
Mana yang Lebih Nikmat, Dunia Maya atau Dunia Nyata?
17 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kehidupan manusia di berbagai belahan dunia telah mengalami transformasi yang begitu pesat dengan bantuan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin banyak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab