Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Bawaslu: Sekjen dan Wasekjen PSI Terancam Sanksi Pidana Penjara

Bawaslu: Sekjen dan Wasekjen PSI Terancam Sanksi Pidana Penjara

17 Mei 2018 | Dibaca : 192x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Buntut dari dugaan kampanye di luar Jadwal dengan menaruh iklan pada harian Jawa Pos 23 April lalu, dua pengurus inti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang terbukti menginisiasi pelaksanaan kampanye di luar jadwal oleh parpol terancam sanksi pidana penjara. Hal ini setidaknya diungkapkan oleh Abhan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Bahwa perbuatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Raja Juli Antoni dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Chandra Wiguna yang melakukan kampanye di luar jadwal melalui iklan di harian Jawa Pos pada 23 April lalu merupakan tindak pidana pemilu yang melanggar ketentuan pasal 492 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017," kata Abhan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Akibat perbuatan tersebut, kedua petinggi PSI terancam dijerat dengan sansi pidana penjara maksimal selama satu tahun dan juga denda paling banyak Rp 12 juta.

"Keduanya terancam sanksi pidana tersebut jika memang dalam persidangan nanti terbukti menguatkan kesalahan keduanya," jelas Abhan.

Setidaknya, elemen dalam iklan kampanya yang dilanggar oleh PSi antara lain terdapat materi-materi sebagai berikut: ajakan untuk berpartisipasi dalam polling yang digelar oleh PSI, materi alternatif capres dan cawapres serta kabinet kerja Presiden Joko Widodo periode 2019-2024, foto Joko Widodo, lambang PSI, serta nomor urut PSI sebagai peserta Pemilu 2019. Abhan menjelaskan bahwa hal tersebut diartikan sebagai penyampaian visi, misi, program, dan juga citra diri kepada masyarakat.

"Hal ini termasuk dalam kegiatan melakukan kampanye sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 35 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Di mana kampanye diartikan sebagai penyampaian visi, misi, program, dan citra diri," ujarnya

Bawaslu sudah meneruskan temuan ini ke Bareskrim Polri. Dugaan pelanggaran ini semakin menguat seperti yang dijelaskan oleh Mochamad Afifuddin, anggota Bawaslu, dimana menjelang penetapan status perkara, keterangan para saksi ahli sejalan dengan apa yang diduga oleh Bawaslu.

"Dugaan awal kami adalah pelanggaran berupa kampanye di luar jadwal. Kemudian, berdasarkan hasil klarifikasi kami dengan sejumlah pihak, dugaan itu semakin menguat," ujar Afif kepada wartawan, Selasa (15/5) lalu.

Dihubungi terpisah, Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, sesumbar akan menghadapi sanksi yang diterima bilamana memang terbukti melanggar kampanye pemilu. Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan lari.

"Akan kami jalankan dan kami tidak akan lari," ungkap Raja, Selasa (15/5).

Meskipun menyatakan siap menerima sanksi, Raja mencoba menegaskan bahwa iklan tersebut bukan merupakan dari kampanya. Namun dirinya berkilah bahwa hal tersebut adalah pendidikan politik untuk masyarakat. Namun, pada akhirnya dia memberikan semuanya kepada putusan Bawaslu.

"Iklan juga sudah atas persetujuan DPP PSI. Namun, semua tergantung (putusan) Bawaslu," katanya.

Raja mengonfirmasi juga alasan tidak hadirnya Grace Natalie selaku Ketua Umum PSI saat dipanggil Bawaslu. Dirinya menjelaskan bahwa Grace sedang di luar kota.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menakjubkan, Pria Ini Meninggal Dunia di Umur  113 Tahun
13 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Orang tua zaman dulu terdapat banyak yang berumur sangat panjang, bisa mencapai hingga ratusan tahun untuk tetap sehat. Salah satunya ...
Awas! Jangan Hangatkan 5 Makanan Ini dengan Microwave
18 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika kita tak punya waktu untuk membuat makanan karena kesibukan, maka kita membuat aktivitas harian seefektif mungkin. Salah satunya ketika ...
Astronot Wanita Berusia 57 Tahun kembali ke Bumi setelah Memecahkan Rekor di Luar Angkasa
4 September 2017, by Rachmiamy
Astronot Peggy Whitson mendarat dengan selamat akhir pekan ini, setelah menyelesaikan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dimana dia ...
Penjelasan Bos Michelin, Pierro Taramasso Tentang Pemilihan Ban Untuk Yamaha
30 November 2017, by Rachmiamy
Dua pembalap tim Movistar Yamaha gagal menampilkan penampilan terbaiknya di MotoGP 2017. Akibatnya kedua pembalap tersebut gagal bersaing dengan para pembalap ...
Kata Deddy Corbuzier Berbuka dengan yang Manis itu Salah besar
10 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Saat berbuka puasa, banyak orang yang selalu memulai hidangan berbuka dengan yang manis, sirup, es teh manis, teh manis hangat dan makanan yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab