Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Apakah Tampon Aman Digunakan untuk Kesehatan Vagina?

Apakah Tampon Aman Digunakan untuk Kesehatan Vagina?

1 Mei 2017 | Dibaca : 611x | Penulis : Ayu

Kita semua ingat pertama kali kita menggunakan tampon, itu adalah pengalaman membebaskan (jika agak aneh). Akhirnya, sebuah alternatif untuk bantalan besar itu. Anda akan bebas berenang, melakukan yoga, dan berputar-putar di ladang bunga liar dengan celana Capri putih tanpa cela (mungkin yang terakhir itu komersial). Namun, tampon menjadi sorotan baru-baru ini - mereka bukan yang pernah kita pikirkan, tapi apakah mereka sama buruknya dengan hyp?

Dari misteri bahan tampon sampai efeknya terhadap lingkungan, penting untuk mengetahui sebanyak mungkin mengenai produk yang Anda gunakan dan membuat keputusan tentang apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda, apalagi untuk digunakan di vagina Anda. Untuk membantu Anda memutuskan, inilah panduan untuk beberapa masalah terbesar tentang tampon dan alternatif tampon teratas.

Bahan kimia dan pestisida

Kebanyakan tampon dibuat dari kombinasi kapas dan rayon (bahan sintetis dari serat pulp kayu yang diolah secara kimia), ditambah beberapa plastik dan aditif untuk meningkatkan daya serap. Karena peraturan pemerintah, produsen tidak diharuskan memberi tahu konsumen apa yang ada di tampon. Kelompok advokasi pelanggan dan anggota parlemen berkampanye untuk penelitian yang lebih resmi mengenai risiko kesehatan dari produk higien haid. Namun, melalui penelitian dan pengujian independen, kita mengetahui setidaknya beberapa bahan kimia yang dikandungnya.

Bahan yang digunakan untuk membuat tampon tidak putih secara alami; Mereka harus melalui proses pemutihan yang dapat menciptakan banyak produk sampingan kimia - seperti dioksin - yang telah terbukti berbahaya bagi manusia. Beberapa bahan kimia ini, walaupun dalam jumlah kecil, ditemukan di beberapa tampon yang kita gunakan setiap bulan. Dioxin telah dikaitkan dengan penekanan sistem kekebalan tubuh, masalah reproduksi, dan kanker pada manusia.

Meskipun hanya ada jejak tingkat dioksin pada tampon (lebih rendah dari makanan yang ditemukan), hal ini diketahui menumpuk di jaringan lemak tubuh dari waktu ke waktu, seringkali hanya menyebabkan masalah kesehatan bertahun-tahun kemudian. Ada juga kekhawatiran tentang tampon beraroma, karena "keharuman" bisa mengandung kombinasi bahan kimia yang berbeda, formula pastinya yang biasanya dirahasiakan oleh pabrikan.

Diperkirakan bahwa pertanian kapas konvensional (non-organik) terdiri dari 16-30% penggunaan dan penelitian pestisida di dunia telah menunjukkan bahwa beberapa dari pestisida tersebut berhasil melewati proses pembuatan dan memasuki produk akhir.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Dokumen Pemencatan Prabowo
4 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Sekalipun, jika dikaitkan dengan pemilu, isu pelanggaran HAM oleh Prabowo sudah tidak menarik lagi, tetapi kebenaran tentang status pemberhentian Prabowo tetap ...
nathan p suwanto
30 April 2017, by Agi Betha
INI HANYA SEKEDAR CONTOH ORANG YANG MEMILIKI HASRAT MEMBANTAI ORANG LAIN, TAPI IA TIDAK RADIKAL, APALAGI RASIS MOHON DIPAHAMI, Namanya NATHAN ...
Stasiun Klender Terbakar.. Penumpang Telat Ngantor..
19 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kebakaran Stasiun Klender, Jatinegara, Jakarta Timur terjadi pada Jumat pagi (19/5/2017) sekitar pukul 07.30 WIB. Dugaan sementara penyebab ...
Pesona Selebritis Pada Setiap Pilkada, Lebih di Pilih Masyarakat
3 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Tak bisa di pungkiri pesona dan daya tarik selebriti tetap menjadi sorotan dan hal menarik ingin sekali di lihat atau di tonton oleh masyarakat ...
Cara Miliki Tubuh Sehat dan Bugar ala Chiquita Meidy
8 April 2018, by Maman Soleman
Dulu Chiquita Meidy dikenal sebagai penyanyi cilik dengan kelucuannya menyanyikan lagu Kuku-kuku. Berkat lagu itu, namanya melambung menjadi salah satu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview