Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

11 Juli 2017 | Dibaca : 235x | Penulis : Yusuf Nugraha

Sebuah studi baru oleh University of California Riverside menunjukkan bahwa minum alkohol selama kehamilan tidak hanya akan mempengaruhi bayi yang belum lahir tetapi juga generasi anak-anak di masa depan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah mengeluarkan banyak peringatan selama bertahun-tahun tentang bahaya konsumsi alkohol selama kehamilan, yang dapat menyebabkan Fetal Alcohol Spectrum Disorders, atau FASD.

Terlepas dari peringatan tersebut, banyak wanita masih minum alkohol selama kehamilan. Namun sebuah penelitian baru, yang diterbitkan pada 6 Juli di Cerebral Cortex, telah menemukan bahwa alkohol dapat mempengaruhi bayi yang belum lahir, dan juga cucu masa depan dan cicit.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan alkohol prenatal, atau PrEE, mempengaruhi anatomi neokorteks, wilayah otak yang bertanggung jawab atas perilaku dan kognisi yang kompleks pada manusia, dan dapat menyebabkan perilaku motorik yang abnormal dan meningkatnya kecemasan pada keturunan.

"Secara tradisional, paparan etanol prenatal [PrEE] dari konsumsi alkohol ibu, diperkirakan hanya berdampak langsung pada keturunan, embrio atau janin di rahim," kata Kelly Huffman, profesor psikologi di University of California, Riverside, dalam sebuah pers. melepaskan. "Namun, sekarang kami memiliki bukti bahwa efek paparan alkohol pralahir dapat berlanjut secara transgenerasional dan berdampak negatif pada generasi berikutnya keturunan yang tidak pernah terpapar alkohol."

Periset menghasilkan model tikus FASD dan menguji perkembangan otak dan perilaku selama tiga generasi menemukan ekspresi gen atipikal, perkembangan jaringan syaraf abnormal pada neokorteks dan defisit perilaku pada generasi pertama yang terpapar langsung.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa generasi tikus yang tidak terpapar sebelumnya mengalami masalah perkembangan dan perilaku neurologis yang serupa dengan yang terkena alkohol secara langsung.

"Kami menemukan bahwa berat badan dan ukuran otak berkurang secara signifikan pada semua generasi hewan Pree jika dibandingkan dengan kontrol; semua generasi tikus PrEE menunjukkan perilaku seperti depresi, seperti depresi dan defisit sensorik yang tajam. Dengan menunjukkan efek transgenerasi yang kuat. Paparan etanol pralahir pada model tikus FASD, kami menyarankan agar FASD dapat menjadi kondisi yang dapat diwariskan pada manusia, "kata Huffman.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Seru di Kelas Bahasa Indonesia
17 Agustus 2017, by Dika Mustika
Pelajaran Bahasa Indonesia Membosankan? Tidak Lagi! Bahasa Indonesia mungkin sering menjadi pelajaran yang ada di daftar pelajaran terbawah yang menjadi ...
 Artis Seksi Mantan Raffi Ahmad Akhirnya Menikah Juga
8 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Artis cantik Tyas Mirasih yang dikenal sebagai salah satu mantan dari Raffi Ahmad telah melangsungkan pernikahannya dengan Raiden Soedjono di ...
Ketika Pria Berbelanja Menggantikan Wanita.. Apa Bedanya?
30 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Berbelanja merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak dapat dihindari baik bagi wanita maupun pria. Pria dan wanita merupakan dua ...
Tanpa Setnov, DPR Tetap Bekerja
5 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sejak jatuh sakit beberapa waktu yang lalu, Ketua DPR Setya Novanto tak pernah lagi nampak di kantornya. Sampai saat ini, Setnov belum bertugas di ...
botak
4 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Pria pendek mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi botak sebelum waktunya. Sebuah studi genetik internasional di bawah kepemimpinan Universitas ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab