Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

11 Juli 2017 | Dibaca : 472x | Penulis : Yusuf Nugraha

Sebuah studi baru oleh University of California Riverside menunjukkan bahwa minum alkohol selama kehamilan tidak hanya akan mempengaruhi bayi yang belum lahir tetapi juga generasi anak-anak di masa depan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah mengeluarkan banyak peringatan selama bertahun-tahun tentang bahaya konsumsi alkohol selama kehamilan, yang dapat menyebabkan Fetal Alcohol Spectrum Disorders, atau FASD.

Terlepas dari peringatan tersebut, banyak wanita masih minum alkohol selama kehamilan. Namun sebuah penelitian baru, yang diterbitkan pada 6 Juli di Cerebral Cortex, telah menemukan bahwa alkohol dapat mempengaruhi bayi yang belum lahir, dan juga cucu masa depan dan cicit.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan alkohol prenatal, atau PrEE, mempengaruhi anatomi neokorteks, wilayah otak yang bertanggung jawab atas perilaku dan kognisi yang kompleks pada manusia, dan dapat menyebabkan perilaku motorik yang abnormal dan meningkatnya kecemasan pada keturunan.

"Secara tradisional, paparan etanol prenatal [PrEE] dari konsumsi alkohol ibu, diperkirakan hanya berdampak langsung pada keturunan, embrio atau janin di rahim," kata Kelly Huffman, profesor psikologi di University of California, Riverside, dalam sebuah pers. melepaskan. "Namun, sekarang kami memiliki bukti bahwa efek paparan alkohol pralahir dapat berlanjut secara transgenerasional dan berdampak negatif pada generasi berikutnya keturunan yang tidak pernah terpapar alkohol."

Periset menghasilkan model tikus FASD dan menguji perkembangan otak dan perilaku selama tiga generasi menemukan ekspresi gen atipikal, perkembangan jaringan syaraf abnormal pada neokorteks dan defisit perilaku pada generasi pertama yang terpapar langsung.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa generasi tikus yang tidak terpapar sebelumnya mengalami masalah perkembangan dan perilaku neurologis yang serupa dengan yang terkena alkohol secara langsung.

"Kami menemukan bahwa berat badan dan ukuran otak berkurang secara signifikan pada semua generasi hewan Pree jika dibandingkan dengan kontrol; semua generasi tikus PrEE menunjukkan perilaku seperti depresi, seperti depresi dan defisit sensorik yang tajam. Dengan menunjukkan efek transgenerasi yang kuat. Paparan etanol pralahir pada model tikus FASD, kami menyarankan agar FASD dapat menjadi kondisi yang dapat diwariskan pada manusia, "kata Huffman.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Semua Wanita Wajib Tahu Etika Ini!
29 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Berikut ini peraturan etika modern yang perlu diketahui untuk dihormati di masyarakat dan membuat hidup Anda lebih nyaman. Bila Anda memiliki tamu Jika ...
Sistem Imun Ternyata Bisa ‘Diprogram’ Ulang
19 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ketika sistem kekebalan tubuh tidak seimbang, baik karena sel yang terlalu aktif atau sel yang menekan fungsinya, hal itu menyebabkan berbagai penyakit, mulai ...
jansen sitidaon
22 April 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Jansen Sitindaon (Dewan Pakar Jaringan Nusantara. Saya seorang "Sarjana Pribumi" lulusan Fakultas Hukum Univ. Airlangga dan Master dari ...
Inilah Buku Favorit Orang Terkaya di Dunia
21 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Jika Anda ingin memiliki wawasan yang luas maka Anda wajib membaca banyak buku. Siapa snagka, buku adalah jendela dunia. Wawasan akan ...
Aelyssa, Seorang Balita yang Dibawa Kabur Pembantu Rumah Tangga
17 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Sepasang suami istri di Kabupaten Karawang ini tidak menyangka hari itu menjadi hari yang sial bagi mereka. Bagaimana tidak, anak balita mereka menjadi korban ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman