Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

11 Juli 2017 | Dibaca : 324x | Penulis : Yusuf Nugraha

Sebuah studi baru oleh University of California Riverside menunjukkan bahwa minum alkohol selama kehamilan tidak hanya akan mempengaruhi bayi yang belum lahir tetapi juga generasi anak-anak di masa depan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah mengeluarkan banyak peringatan selama bertahun-tahun tentang bahaya konsumsi alkohol selama kehamilan, yang dapat menyebabkan Fetal Alcohol Spectrum Disorders, atau FASD.

Terlepas dari peringatan tersebut, banyak wanita masih minum alkohol selama kehamilan. Namun sebuah penelitian baru, yang diterbitkan pada 6 Juli di Cerebral Cortex, telah menemukan bahwa alkohol dapat mempengaruhi bayi yang belum lahir, dan juga cucu masa depan dan cicit.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan alkohol prenatal, atau PrEE, mempengaruhi anatomi neokorteks, wilayah otak yang bertanggung jawab atas perilaku dan kognisi yang kompleks pada manusia, dan dapat menyebabkan perilaku motorik yang abnormal dan meningkatnya kecemasan pada keturunan.

"Secara tradisional, paparan etanol prenatal [PrEE] dari konsumsi alkohol ibu, diperkirakan hanya berdampak langsung pada keturunan, embrio atau janin di rahim," kata Kelly Huffman, profesor psikologi di University of California, Riverside, dalam sebuah pers. melepaskan. "Namun, sekarang kami memiliki bukti bahwa efek paparan alkohol pralahir dapat berlanjut secara transgenerasional dan berdampak negatif pada generasi berikutnya keturunan yang tidak pernah terpapar alkohol."

Periset menghasilkan model tikus FASD dan menguji perkembangan otak dan perilaku selama tiga generasi menemukan ekspresi gen atipikal, perkembangan jaringan syaraf abnormal pada neokorteks dan defisit perilaku pada generasi pertama yang terpapar langsung.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa generasi tikus yang tidak terpapar sebelumnya mengalami masalah perkembangan dan perilaku neurologis yang serupa dengan yang terkena alkohol secara langsung.

"Kami menemukan bahwa berat badan dan ukuran otak berkurang secara signifikan pada semua generasi hewan Pree jika dibandingkan dengan kontrol; semua generasi tikus PrEE menunjukkan perilaku seperti depresi, seperti depresi dan defisit sensorik yang tajam. Dengan menunjukkan efek transgenerasi yang kuat. Paparan etanol pralahir pada model tikus FASD, kami menyarankan agar FASD dapat menjadi kondisi yang dapat diwariskan pada manusia, "kata Huffman.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pejabat Kesehatan Menyerukan Agar KTT di Atas Telur Tercemar; 2 Ditangkap
12 Agustus 2017, by Slesta
Komisaris kesehatan Uni Eropa telah meminta sebuah pertemuan darurat di atas jutaan telur nabati yang berpotensi pestisida di setidaknya 15 negara anggota - ...
12 Kualitas Pria Sejati yang Membuat Wanita Tergila-gila!
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Logika perempuan sangat sulit dimengerti. Tak heran rasanya begitu sulit membayangkan apa yang membuat pria sempurna itu bisa memenangkan hati seorang ...
kapolsek sukomanunggal
4 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pasangan kekasih Dimas Nobella (28) dan Sundari (29) yang seharusnya menjalani hubungan dengan bahagia kini harus rela mendekam di tahanan Polsek ...
Kombinasi Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Berat Badan Kamu Loh!
30 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada beberapa faktor yang membantu proses penurunan berat badan kamu. Salah satu faktor penting adalah pemilihan makanan. Ketika salah dalam ...
Inilah Hal yang Harus Kamu Hindari Dari Googling
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Dalam kebanyakan kasus, Google dapat sangat membantu dalam menemukan sesuatu yang Anda butuhkan. Namun, terkadang hal itu justru merugikan Anda. Inilah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis