Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

Alkohol Dalam Kehamilan Mungkin Memiliki Efek Transgenerasi

11 Juli 2017 | Dibaca : 196x | Penulis : Yusuf Nugraha

Sebuah studi baru oleh University of California Riverside menunjukkan bahwa minum alkohol selama kehamilan tidak hanya akan mempengaruhi bayi yang belum lahir tetapi juga generasi anak-anak di masa depan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah mengeluarkan banyak peringatan selama bertahun-tahun tentang bahaya konsumsi alkohol selama kehamilan, yang dapat menyebabkan Fetal Alcohol Spectrum Disorders, atau FASD.

Terlepas dari peringatan tersebut, banyak wanita masih minum alkohol selama kehamilan. Namun sebuah penelitian baru, yang diterbitkan pada 6 Juli di Cerebral Cortex, telah menemukan bahwa alkohol dapat mempengaruhi bayi yang belum lahir, dan juga cucu masa depan dan cicit.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan alkohol prenatal, atau PrEE, mempengaruhi anatomi neokorteks, wilayah otak yang bertanggung jawab atas perilaku dan kognisi yang kompleks pada manusia, dan dapat menyebabkan perilaku motorik yang abnormal dan meningkatnya kecemasan pada keturunan.

"Secara tradisional, paparan etanol prenatal [PrEE] dari konsumsi alkohol ibu, diperkirakan hanya berdampak langsung pada keturunan, embrio atau janin di rahim," kata Kelly Huffman, profesor psikologi di University of California, Riverside, dalam sebuah pers. melepaskan. "Namun, sekarang kami memiliki bukti bahwa efek paparan alkohol pralahir dapat berlanjut secara transgenerasional dan berdampak negatif pada generasi berikutnya keturunan yang tidak pernah terpapar alkohol."

Periset menghasilkan model tikus FASD dan menguji perkembangan otak dan perilaku selama tiga generasi menemukan ekspresi gen atipikal, perkembangan jaringan syaraf abnormal pada neokorteks dan defisit perilaku pada generasi pertama yang terpapar langsung.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa generasi tikus yang tidak terpapar sebelumnya mengalami masalah perkembangan dan perilaku neurologis yang serupa dengan yang terkena alkohol secara langsung.

"Kami menemukan bahwa berat badan dan ukuran otak berkurang secara signifikan pada semua generasi hewan Pree jika dibandingkan dengan kontrol; semua generasi tikus PrEE menunjukkan perilaku seperti depresi, seperti depresi dan defisit sensorik yang tajam. Dengan menunjukkan efek transgenerasi yang kuat. Paparan etanol pralahir pada model tikus FASD, kami menyarankan agar FASD dapat menjadi kondisi yang dapat diwariskan pada manusia, "kata Huffman.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Begini Cara Pemerintah Bangun Infrastruktur di Daerah
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan bendungan dalam mengembangkan ...
Wanita, Ini 8 Hal yang Buat Pria Yakin untuk Menikahi Kamu
6 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika ingin menuju ke jenjang yang serius alias menikah, membuat pria jatuh cinta saja tak cukup. Kamu perlu meyakinkan dirinya bahwa kamu ...
Tak Mau Pakai Obat Kimia? Berikut Cara Obati Batuk dengan Bahan Alami
13 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Batuk dan sakit tenggorokan menjadi salah satu penyakit yang sering sekali menyerang kita. Selain minum obat kimia, kamu dapat menggunakan bahan ...
Aku Percaya dan Aku Cinta
15 Oktober 2017, by Zeal
Alkisah, ada sepasang suami istri. Keduanya saling mencintai. Hanya saja sifat keduanya sangat bertolak belakang.Suami berjiwa sangat tenang,dalam keadaan ...
Ini 5 Makanan Unik Favorit Orang Korea
2 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tiap negara pastinya memiliki makanan uniknya masing-masing. Kali ini, kita akan mengulas mengenai makanan unik yang tersedia di Korea, bahkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih