Dalam suasana diskusi yang berlangsung dalam acara bertajuk "Lelang Frekuensi untuk Siapa?", banyak pihak menunjukkan antusiasme terhadap peluang yang ada. Salah satu di antara mereka adalah Surge, di mana Direktur Utama, Yune Marketatmo, menegaskan bahwa perusahaan mereka berkomitmen untuk ikut serta dalam lelang frekuensi 1,4 GHz. Yune menyatakan bahwa, jika diberikan kesempatan oleh pemerintah, pihaknya optimis dapat mempercepat penyediaan layanan internet cepat dengan tujuan menawarkan akses internet 100 Mbps dengan harga yang sangat kompetitif, yaitu Rp 100.000.
Penetrasi internet di Indonesia saat ini masih berada di level 15%, dengan kecepatan rata-rata sebesar 31,75 Mbps. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas internet ini sangat diharapkan dapat tercapai dalam waktu cepat. Dalam pandangan Yune, internet telah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat saat ini dan harus diperlakukan sebagai hak yang harus dipenuhi.
Tak hanya Surge, beberapa penyelenggara seluler lainnya juga menunjukkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam lelang frekuensi 1,4 GHz, salah satunya adalah XL Axiata. Group Head Corporate Communications & Sustainability XL Axiata, Reza Mirza, menyampaikan bahwa perusahaan mereka sudah menyatakan minat untuk ikut serta. Target mereka adalah memanfaatkan frekuensi ini untuk menciptakan ekosistem yang sehat dalam industri telekomunikasi di Indonesia.
Reza menekankan pentingnya agar lebih dari dua penyelenggara terlibat dalam lelang ini. Dengan model kompetisi yang sehat, industri telekomunikasi dapat lebih berkembang dan memastikan akses yang fair bagi seluruh pengguna.