Tampang

Sahrin Hamid: Catatan Perjalanan dari KM 0 Merauke

17 Feb 2026 07:21 wib. 37
0 0
sahrin hamid

Perjalanan kami kemudian sampai di titik KM 0 Merauke—penanda simbolik dari beranda timur Indonesia. Di titik itu, menjadi perenungan buat kami : wilayah perbatasan bukanlah halaman belakang. Ia adalah beranda. Dan beranda sebuah rumah harus terlihat rapi, indah, dan membanggakan. Dari sinilah wajah Indonesia pertama-tama dinilai oleh dunia.

Wilayah perbatasan harus ditata dengan baik—secara infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan sosial. Kehadiran negara di sini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal martabat dan harga diri bangsa.

Malam harinya, kami berkonsolidasi dengan jajaran DPW Gerakan Rakyat Papua Selatan. Diskusi berjalan hangat dan penuh gagasan. Keesokan paginya, kami kembali ke bandara, membawa catatan dan tekad.

Catatan kami sederhana namun mendasar: pemerintah harus benar-benar hadir di wilayah perbatasan. Di sinilah kehormatan dan jati diri bangsa dipertaruhkan. Tidak boleh ada warga perbatasan yang merasa ditinggalkan. Tidak boleh ada ketimpangan yang dibiarkan berlarut.

Bagi Gerakan Rakyat, menjaga perbatasan bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga soal keadilan sosial. Kedaulatan negara harus berdiri di atas kesejahteraan rakyatnya. Di KM 0 Merauke, kami meneguhkan tekad: Gerakan Rakyat akan terus hadir, bekerja, dan berjuang untuk memperkuat kedaulatan dan kekuatan negara—dimulai dari beranda terdepan Indonesia.

Merauke mengajarkan kita satu hal penting: Indonesia akan kuat jika wilayah perbatasannya bermartabat. Dan martabat itu hanya lahir ketika negara sungguh-sungguh bersama rakyatnya.

Salam Gerakan Rakyat!
HURA – Hadir Untuk Rakyat-

<123>

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

5 Manfaat Jahe Bagi Kesehatan
0 Suka, 0 Komentar, 29 Mar 2018

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?