Di masa depan, kebutuhan terhadap ahli halal akan semakin besar. Industri membutuhkan auditor, konsultan, analis laboratorium, pengembang sistem digital, pengelola rantai pasok, hingga pakar pemasaran halal global. Negara yang mampu menyiapkan SDM unggul akan memiliki keunggulan kompetitif dalam industri halal dunia.
Diplomasi Halal sebagai Soft Power Indonesia
Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hasan juga dapat dilihat sebagai bagian dari diplomasi halal Indonesia. Dalam hubungan internasional, soft power tidak hanya dibangun melalui budaya populer, pariwisata, atau pendidikan, tetapi juga melalui standar, nilai, dan sistem kepercayaan yang diakui dunia.
Halal dapat menjadi salah satu instrumen soft power Indonesia. Melalui halal, Indonesia dapat memperkuat hubungan dengan negara lain, membuka peluang ekspor, meningkatkan kerja sama riset, serta memperkenalkan tata kelola produk yang berbasis pada kepercayaan dan kepastian proses.
Jika dikelola dengan baik, diplomasi halal dapat memberi dampak ekonomi yang luas. Produk Indonesia dapat lebih mudah masuk ke pasar global. Pelaku UMKM dapat naik kelas. Industri makanan, kosmetik, farmasi, fesyen, logistik, dan pariwisata dapat berkembang dengan standar yang lebih kompetitif.
Dalam konteks ini, penghargaan dari Silla University bukan hanya penghormatan akademik, tetapi juga momentum diplomatik. Ia memperlihatkan bahwa halal Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi di luar batas nasional.
Tantangan Setelah Pengakuan
Meski menjadi kabar positif, pengakuan internasional ini juga perlu diikuti dengan pekerjaan besar di dalam negeri. Ekosistem halal Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari literasi pelaku usaha, percepatan sertifikasi, harmonisasi standar, digitalisasi layanan, hingga pengawasan produk di lapangan.
Bagi UMKM, proses sertifikasi halal harus dipahami sebagai peluang peningkatan daya saing, bukan semata beban administratif. Karena itu, edukasi publik menjadi penting. Pemerintah perlu memastikan bahwa informasi mengenai halal dapat dipahami dengan mudah oleh pelaku usaha kecil, konsumen, dan masyarakat umum.
Selain itu, pengembangan halal harus tetap inklusif. Visi “halal is for all” perlu diterjemahkan dalam kebijakan yang komunikatif, terbuka, dan mampu menjangkau masyarakat lintas latar belakang. Halal harus hadir sebagai standar yang memberi manfaat luas: meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat kualitas produk, dan membuka akses pasar yang lebih besar.
Di sisi lain, kerja sama internasional juga harus menghasilkan manfaat nyata. Kolaborasi dengan kampus dan lembaga luar negeri perlu diarahkan pada program yang terukur, seperti pelatihan SDM, riset bersama, sertifikasi lintas negara, pengembangan laboratorium, dan peningkatan ekspor produk halal Indonesia.
Momentum Baru Industri Halal Nasional
Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University kepada Ahmad Haikal Hasan menandai babak baru dalam pengakuan global terhadap peran Indonesia di sektor halal. Momentum ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pendidikan halal, dan meningkatkan kepercayaan dunia terhadap sistem jaminan produk halal Indonesia.
Lebih dari sekadar penghargaan personal, peristiwa ini membawa pesan bahwa halal telah menjadi isu strategis global. Ia menyentuh ekonomi, pendidikan, diplomasi, riset, teknologi, dan perubahan perilaku konsumen dunia.
Ketika Haikal Hasan menegaskan bahwa “halal is for all”, pesan tersebut menggambarkan arah baru industri halal: lebih inklusif, lebih universal, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dari Busan, Korea Selatan, Indonesia kembali mengirimkan sinyal bahwa halal bukan hanya identitas, tetapi juga standar kualitas, jembatan kerja sama internasional, dan peluang besar bagi masa depan ekonomi global.
Pengakuan akademik dari Silla University menjadi simbol bahwa dunia semakin memperhatikan peran Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa pengakuan tersebut diterjemahkan menjadi langkah konkret: memperkuat sistem halal nasional, memperluas kolaborasi global, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat utama ekosistem halal dunia.