Simbol Euro (€): Kesatuan dan Stabilitas Eropa
Simbol € adalah salah satu simbol mata uang paling modern. Diciptakan pada tahun 1996, simbol ini dirancang untuk mewakili Eropa. Komisi Eropa mengusulkan sekitar 30 desain, dan akhirnya memilih yang sekarang kita kenal.
Simbol € terinspirasi dari huruf Yunani epsilon (€), yang merupakan huruf pertama dari kata "Eropa" (Europe) dalam banyak bahasa. Simbol ini juga memiliki dua garis horizontal yang paralel. Garis-garis ini melambangkan stabilitas Euro dan wilayah Euro itu sendiri. Desainnya sengaja dibuat sederhana agar mudah ditulis tangan dan dapat dikenali secara universal. Simbol ini secara resmi diperkenalkan pada 1 Januari 1999, saat Euro diluncurkan sebagai mata uang non-tunai, dan kemudian pada tahun 2002, saat uang kertas dan koin Euro mulai beredar.
Simbol Yen (¥): Adaptasi dari Tiongkok Kuno
Simbol ¥ digunakan untuk dua mata uang utama: Yen Jepang dan Yuan Tiongkok. Keduanya memiliki asal usul yang sama, yaitu dari karakter Tiongkok (yuán), yang berarti "lingkaran" atau "koin bulat."
Pada akhir abad ke-19, ketika Jepang dan Tiongkok berupaya memodernisasi ekonomi dan mata uang mereka, mereka mengadopsi nama "yen" dan "yuan" yang diambil dari karakter yang sama. Simbol ¥ sendiri adalah variasi dari huruf Latin 'Y' dengan dua garis horizontal. Garis-garis ini, mirip dengan Euro, sering diinterpretasikan sebagai simbol stabilitas, meskipun asal usul yang lebih sederhana menunjukkan bahwa itu hanyalah cara untuk membedakannya dari huruf 'Y' biasa.
Meskipun Yen dan Yuan menggunakan simbol yang sama, seringkali ada perbedaan dalam penggunaannya. Di Tiongkok, simbol ¥ biasanya hanya punya satu garis horizontal, sementara di Jepang seringkali menggunakan dua. Namun, dalam konteks digital dan umum, perbedaan ini sering diabaikan dan simbol ¥ secara universal merujuk pada kedua mata uang tersebut.