Chelsea FC menghadapi realita pahit di paruh pertama musim Liga Inggris 2025/2026. Setelah periode awal yang menjanjikan, performa The Blues justru mengalami penurunan tajam menjelang penghujung tahun. Manajer Enzo Maresca secara terbuka mengakui bahwa salah satu kendala terbesar yang dihadapi timnya adalah inkonsistensi permainan sebuah persoalan yang kini harus segera diatasi jika Chelsea ingin bersaing memperebutkan gelar atau tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Liputan6
Naik Turun Permainan dan Tantangan Menjaga Stabilitas
Di paruh musim ini, Chelsea menunjukkan tren performa yang tak stabil. Dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris saja, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan. Hasil negatif seperti kekalahan dari Aston Villa menjadi contoh nyata bagaimana Chelsea kerap gagal mempertahankan momentum permainan mereka. Inkonsistensi hasil tersebut membuat jarak poin dengan tim-tim pemuncak klasemen semakin melebar. Liputan6
Masalah utama menurut Maresca bukan semata hasil akhir, melainkan bagaimana tim mempertahankan kualitas permainan dari satu laga ke laga lainnya. Ia menilai bahwa inkonsistensi, terutama terhadap lawan yang secara kualitas tidak jauh berbeda, menjadi faktor yang membuat Chelsea kesulitan meraih poin maksimal. Pernyataan seperti ini mencerminkan kesadaran pelatih bahwa gaya permainan tim belum menunjukkan stabilitas yang biasanya diperlukan untuk mengejar target besar di kompetisi domestik. Liputan6
Menurut Maresca, periode dari Desember hingga Februari mendatang akan menjadi fase yang menentukan arah musim Chelsea. Pentingnya konsistensi di momen-momen krusial ini tidak bisa dilewatkan begitu saja jika klub ingin menembus posisi empat besar atau bahkan mengejar gelar lebih tinggi di klasemen Liga Inggris. Liputan6