Reputasi Paspor: Paspor Nauru memang memberikan akses bebas visa ke beberapa negara, tetapi tidak sekuat paspor dari negara-negara Eropa atau Amerika Utara.
Risiko Keamanan: Pada awal tahun 2000-an, paspor Nauru sempat digunakan oleh teroris dan pelaku kejahatan internasional, sehingga pemerintah AS menekan Nauru untuk menghentikan program ini pada tahun 2003. Kini, pemerintah Nauru mengklaim telah memperketat proses seleksi.
Biaya yang Tidak Murah: Dengan harga Rp 2,2 miliar, hanya segelintir orang yang mampu membeli paspor ini. Bagi kebanyakan orang, bekerja dan pindah ke negara lain melalui jalur resmi seperti visa kerja atau studi tetap menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Kesimpulan
Fenomena #KaburAjaDulu mencerminkan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kondisi di dalam negeri. Namun, sebelum benar-benar memutuskan untuk meninggalkan Indonesia, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kesiapan finansial, peluang kerja, serta kualitas hidup di negara tujuan.
Nauru mungkin menawarkan solusi instan dalam bentuk kewarganegaraan, tetapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Alih-alih terburu-buru "kabur," mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidup di dalam negeri atau merencanakan kepindahan ke luar negeri dengan strategi yang matang bisa menjadi langkah yang lebih bijak.