Simposium dihadiri peserta dan pembicara dari berbagai negara, termasuk perwakilan UNESCO, ICOMOS Indonesia, serta pengelola situs dari Arab Saudi, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Australia, Islandia, Inggris, Belanda, dan Indonesia.
Menbud Fadli Zon mengajak semua pihak menjadikan forum ini sebagai ruang diskusi terbuka, pertukaran best practices, dan jejaring untuk kolaborasi konkret dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan apresiasi karena kota kecilnya dipercaya menjadi tuan rumah simposium. “Sejarah kota kami adalah kisah kemanusiaan, kemajuan teknologi, dan perubahan budaya. Warisan para pekerja tambang, ‘orang rantai’, masih hidup dalam solidaritas dan nilai-nilai budaya kami hingga kini,” ujarnya.