Pertemuan penting antara Adhi, Zulkarnaen, dan Budi Arie disebut berlangsung di rumah dinas Widya Chandra pada April 2024. Dalam pertemuan itu, Budi Arie memberikan arahan agar aktivitas penjagaan situs judi online dipindahkan dari lantai 3 ke lantai 8—area yang menangani pengajuan pemblokiran.
Bukan hanya itu, grup Telegram bernama "Service AC" juga dibentuk oleh Adhi pada Mei 2024. Grup ini diisi oleh sejumlah pegawai dan pejabat internal Kominfo dan diduga digunakan untuk berkoordinasi terkait penjagaan situs-situs judi agar tidak masuk daftar pemblokiran.
Zulkarnaen, menurut jaksa, bahkan sempat meyakinkan bahwa praktik ini aman karena dirinya "sudah mengamankan" situasi berkat kedekatannya dengan Budi Arie. Ia pun ditugaskan sebagai penghubung langsung dengan sang menteri, sementara Adhi bertanggung jawab menyaring situs yang akan diblokir, Alwin mengelola dana, dan Muhrijan menjembatani komunikasi dengan agen judi.
Para terdakwa kini dijerat dengan Pasal 27 ayat (2) jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, serta Pasal 303 KUHP mengenai perjudian, dengan ancaman hukuman pidana berat.