Pemerintah daerah kembali mengambil langkah tegas untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan gerakan bersih sampah laut secara serentak yang rencananya akan dimulai pada 1 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu upaya besar untuk mengatasi persoalan sampah laut yang selama ini menjadi tantangan serius bagi sektor pariwisata dan ekosistem perairan di Pulau Dewata.
Gerakan ini dirancang sebagai aksi kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, komunitas lingkungan, pelaku pariwisata, hingga masyarakat umum. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam menanggulangi persoalan sampah laut yang tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut dan kesehatan lingkungan secara keseluruhan.
Selama beberapa tahun terakhir, persoalan sampah laut di Bali kerap menjadi sorotan publik, terutama saat musim angin barat yang membawa kiriman sampah ke sejumlah pantai. Kondisi ini menimbulkan dampak negatif, baik terhadap pariwisata maupun citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Oleh karena itu, gerakan bersih sampah laut serentak ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dan berkelanjutan.
Program yang akan dimulai awal Maret 2026 tersebut tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih biasa. Pemprov menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan masif yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah pesisir. Tujuannya adalah menciptakan dampak langsung yang signifikan sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut.