Dalam pelaksanaannya, setiap daerah pesisir akan melakukan pembersihan terkoordinasi pada waktu yang sama. Dengan metode ini, pemerintah berharap volume sampah yang berhasil dikumpulkan bisa jauh lebih besar dibandingkan kegiatan sporadis yang dilakukan secara terpisah. Selain itu, gerakan serentak juga dinilai mampu menumbuhkan semangat gotong royong lintas sektor.
Tak hanya fokus pada pembersihan, program ini juga menekankan aspek edukasi lingkungan. Masyarakat akan diberikan pemahaman tentang bahaya sampah laut, khususnya plastik sekali pakai yang sulit terurai dan dapat mencemari ekosistem laut dalam jangka panjang. Edukasi ini penting agar gerakan bersih sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Pemprov menilai bahwa penanganan sampah laut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan yang berkunjung. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan jumlah sampah yang masuk ke laut dapat ditekan sejak dari sumbernya, bukan hanya dibersihkan setelah menumpuk di pesisir.
Selain itu, gerakan ini juga menjadi bagian dari strategi besar pengelolaan sampah berbasis sumber. Artinya, pemerintah mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta peningkatan sistem pengelolaan sampah di darat. Langkah ini diyakini lebih efektif untuk menekan volume sampah yang berakhir di laut.
Program bersih sampah laut serentak ini sekaligus memperkuat komitmen Bali dalam menjaga lingkungan sebagai aset utama pariwisata. Keindahan alam, khususnya pantai dan laut, merupakan daya tarik utama yang harus dilindungi. Tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, keberlanjutan sektor pariwisata tentu akan terancam.