Di era modern ini, kebebasan beragama dan ekspresi individual telah menjadi topik yang sering dibahas. Namun, salah satu isu yang masih memicu kontroversi adalah penggunaan cadar atau niqab, khususnya di negara-negara barat dan beberapa masyarakat urban di seluruh dunia. Meskipun cadar adalah simbol keimanan dan identitas bagi banyak wanita Muslim, pandangan negatif terhadapnya tetap ada. Artikel ini akan mengeksplorasi alasan di balik penolakan terhadap cadar di era modern, serta bagaimana pandangan ini berakar pada faktor-faktor sosial, budaya, dan politik.
1. Persepsi Keterbelakangan dan Penindasan
Salah satu alasan utama penolakan terhadap cadar adalah persepsi bahwa cadar melambangkan keterbelakangan dan penindasan terhadap wanita. Banyak orang menganggap bahwa wanita yang mengenakan cadar dipaksa oleh tradisi atau suami mereka, dan bahwa cadar adalah tanda kurangnya kesetaraan gender. Persepsi ini sering kali didorong oleh representasi media yang tidak akurat atau stereotip negatif, yang menggambarkan wanita berhijab sebagai korban penindasan. Padahal, bagi banyak wanita, cadar adalah pilihan pribadi dan bentuk ekspresi keagamaan yang mereka pilih dengan penuh kesadaran.