Desakan untuk Meningkatkan Perlindungan
Sebagai bentuk respons terhadap insiden ini, Hadrian mendesak pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi para tenaga pendidik dan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah yang kerap menjadi sasaran kekerasan.
"Kami meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan mereka, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa rasa takut," katanya.
Lebih dari sekadar pendekatan keamanan, Hadrian juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih komprehensif dalam menangani konflik di Papua. Ia menekankan pentingnya strategi yang mencakup pembangunan inklusif, pemerataan pendidikan, serta dialog terbuka dengan masyarakat setempat guna mengatasi akar permasalahan.
Evakuasi Massal Pasca-Serangan
Setelah insiden penyerangan yang terjadi pada Jumat (21/3/2025), sebanyak 46 tenaga pendidik dan medis yang bertugas di Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke Wamena dan Sentani pada Sabtu (22/3/2025). Evakuasi ini dilakukan menggunakan pesawat perintis milik Adventist Aviation Indonesia demi menghindari ancaman lebih lanjut dari KKB.
Keenam korban yang tewas dalam serangan tersebut diketahui bertugas di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen (SD YPK) dan Puskesmas Anggruk. Tragedi ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang menargetkan tenaga sipil di Papua, yang seharusnya mendapat perlindungan penuh dari negara.