Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan sumur kecil yang terletak di samping rumah. Namun, setiap musim hujan, mereka harus menghadapi ancaman banjir. Air sungai yang meluap kerap menggenangi tempat tinggal mereka, membuat kehidupan semakin sulit.
“Kalau banjir bagaimana?” tanya Dedi Mulyadi.
“Lari ke arah sumur,” jawab sang ayah dengan nada pasrah.
Menolak Tawaran Pindah Meski Ditawari Kontrakan Gratis
Melihat kondisi yang begitu sulit, Dedi Mulyadi menawarkan bantuan agar mereka bisa tinggal di kontrakan yang lebih layak, setidaknya selama musim hujan. Namun, tawaran tersebut ditolak.
“Misalnya pindah nyari kontrakan ke depan?” tanya Dedi.
“Gak ada duit,” jawab sang ayah.
“Sama saya dikontrakin, mau nggak? Minimal selama musim hujan ini,” kata Dedi.
“Saya maunya di sini,” tegas sang ayah.
Sang ayah mengaku sudah terbiasa hidup di tempat tersebut dan merasa masih aman karena air sungai hanya naik setinggi betisnya.