Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan kembali pentingnya imunisasi campak pada anak karena tingkat penularan penyakit ini jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19. Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu, menyebut bahwa campak menular empat hingga lima kali lebih cepat dibandingkan COVID-19. Oleh sebab itu, cakupan imunisasi campak harus berada pada tingkat yang sangat tinggi agar tercapai herd immunity atau kekebalan komunitas yang mampu melindungi anak-anak dari wabah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subs.IPT(K), menambahkan bahwa angka risiko penularan campak mencapai 12–18, sementara COVID-19 berada di kisaran 8–10. Artinya, seorang penderita campak berpotensi menularkan penyakit kepada 12 hingga 18 orang lain di sekitarnya, sedangkan penderita COVID-19 rata-rata menularkan kepada delapan sampai 10 orang. Fakta ini menunjukkan betapa cepatnya virus campak menyebar, sehingga imunisasi menjadi langkah preventif yang mutlak dilakukan.