Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemahaman anak-anak tentang praktik dan usia di mana mereka mulai berlatih tanpa diminta, periset menguji 120 anak-anak berusia 4 sampai 7 tahun. Sebagian besar berasal dari keluarga kelas menengah dari Eropa-Australia.
Dalam studi tersebut, anak-anak di satu ruangan diperlihatkan tiga game yang melibatkan keterampilan motorik dan mengatakan bahwa mereka akan diuji pada salah satu dari mereka (game target). Anak-anak kemudian dibawa ke ruangan yang berbeda dengan replika permainan yang mereka lihat di ruang pertama dan mengatakan bahwa mereka memiliki waktu lima menit untuk bermain sebelum kembali ke ruang pertama untuk ujian.
Para peneliti mengantisipasi bahwa anak-anak yang mengerti bahwa latihan bisa membantu kinerja masa depan mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain game daripada dua game lainnya. Setelah bermain, anak-anak ditanya permainan mana yang paling mereka mainkan dan mengapa, apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki permainan, dan apakah mereka bisa menjelaskan latihan apa.