Iya sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah perjalanan bisnis ketika kejadian tersebut terjadi. Setelah mendarat di Shanghai pada pukul 00:43 hari Senin, 24 Maret 2025, Yang harus melanjutkan perjalanan selama 2,5 jam lagi untuk sampai ke rumahnya dalam keadaan sangat kelelahan.
Banyak penumpang lain di dalam pesawat juga mengungkapkan rasa frustrasi mereka terhadap kejadian yang tidak terduga ini. Di platform media sosial China, RedNote, sejumlah pengguna melontarkan kemarahan mereka, dengan salah satu unggahan viral yang menanyakan, "Bagaimana mungkin seorang pilot bisa melakukan kesalahan kerja separah ini?" Unggahan tersebut memperoleh lebih dari 10.000 likes, menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap insiden ini.
Dampak dari insiden ini tidak hanya berpengaruh pada penerbangan UA 198, tetapi juga memengaruhi penerbangan UA 199 yang seharusnya bertolak dari Shanghai menuju Los Angeles. Pesawat pengganti yang datang terlambat memaksa sejumlah penumpang untuk mengalami penundaan penerbangan yang cukup lama.
Salah satu penumpang yang tidak mau disebutkan namanya juga mengungkapkan rasa frustrasinya, mengatakan, "Saya harus menjadwal ulang penerbangan lanjutan dan semua rencana saya jadi berantakan."
Analis penerbangan asal Singapura, Shukor Yusof, mengomentari insiden ini sebagai sesuatu yang "sangat memalukan" bagi United Airlines. Menurutnya, kelalaian seperti ini dapat menyebabkan konsekuensi besar tidak hanya dari segi reputasi perusahaan, tetapi juga merugikan secara finansial.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar yang terbuang dan kompensasi untuk penumpang yang terdampak dapat menjadi masalah serius bagi maskapai. "Ini adalah kesalahan yang tidak bisa diterima dari maskapai sebesar United," tambahnya.
United Airlines sendiri merupakan salah satu maskapai terbesar di dunia, yang mampu mengangkut sekitar 140 juta penumpang setiap tahunnya ke lebih dari 300 destinasi di enam benua. Namun, insiden ini terjadi di tengah sorotan negatif yang melanda mereka, terutama terkait masalah layanan konsumen yang nampak meningkat.