Belakangan ini, fenomena sinkhole atau lubang raksasa semakin menjadi perhatian publik, terutama setelah sejumlah insiden di berbagai belahan dunia. Baru-baru ini, sebuah sinkhole yang mengkhawatirkan muncul di Kota Buriticupu, sebuah kawasan di ujung timur laut Amazon, Brasil.
Fenomena ini telah membuat pemerintah setempat menyatakan keadaan darurat karena dampaknya yang signifikan terhadap masyarakat. Pada tanggal 20 Februari 2025, lubang besar ini menelan sejibun rumah dan menempatkan sekitar 1.200 dari total 55.000 penduduk di bawah ancaman kehilangan tempat tinggal.
Dalam beberapa minggu terakhir, ukuran sinkhole ini semakin meluas, mendekati pemukiman warga. Pemandangan yang terlihat dari udara menunjukkan betapa mengerikannya situasi di Buriticupu, di mana tanah yang tadinya stabil kini telah diambil alih oleh jurang yang menganga.
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa beberapa bangunan sudah mengalami kerusakan akibat pengaruh lubang ini. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat kejadian sinkhole di Buriticupu ini merupakan bagian dari masalah yang lebih besar yang telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun.
Fenomena sinkhole ini juga memunculkan berbagai pertanyaan tentang penyebab dan solusinya. Marcello Farias, seorang ahli geografi di Universitas Federal Maranhao, menjelaskan bahwa kombinasi cuaca ekstrem seperti hujan deras dan erosi tanah, terutama pada tanah berpasir, berkontribusi pada munculnya lubang-lubang ini.
Penggundulan hutan dan pembangunan yang tidak terencana dengan baik juga memperburuk situasi ini, sehingga mempercepat proses erosi tanah yang sudah menjadi masalah lama di kawasan Buriticupu.
Saksikanlah bagaimana penduduk yang terkena dampak, seperti Antonia dos Anjos yang telah tinggal di Buriticupu selama 22 tahun, mengungkapkan kekhawatirannya. Dia menyatakan bahwa tidak satupun warga yang mengetahui di mana dan kapan lubang baru bisa muncul, meningkatkan ketidakpastian di tengah kehidupan sehari-hari mereka. Situasi ini membuat mereka merasakan ancaman yang nyata, baik bagi diri mereka sendiri maupun untuk keluarga mereka.