Perangkap Geologis yang Sempurna
Memiliki material organik yang melimpah saja tidak cukup untuk menciptakan ladang minyak. Dibutuhkan struktur geologis yang berfungsi sebagai "perangkap" untuk menyimpan minyak dalam jumlah besar. Di Timur Tengah, alam menciptakan perangkap ini dengan sangat sempurna.
Pada dasarnya, minyak terbentuk di lapisan batuan yang disebut batuan induk (source rock). Setelah terbentuk, minyak ini akan bermigrasi ke atas melalui batuan berpori (reservoir rock) seperti batu pasir atau batu kapur. Tanpa adanya batuan penutup yang kedap air (cap rock) seperti batuan lempung, minyak akan terus bergerak ke permukaan bumi dan menguap.
Di bawah gurun pasir Timur Tengah, terdapat lapisan batuan penutup yang sangat rapat dan tebal. Lapisan ini terbentuk dari garam dan lumpur yang mengendap setelah laut purba menguap. Lapisan-lapisan ini secara efektif mencegah minyak dan gas untuk lolos ke permukaan. Selain itu, pergerakan lempeng tektonik selama jutaan tahun menciptakan lipatan-lipatan besar di kerak bumi, yang membentuk struktur kubah atau lipatan batuan di bawah tanah. Lipatan inilah yang menjadi jebakan alami, di mana minyak, gas, dan air terperangkap dalam jumlah sangat besar. Gabungan dari batuan induk yang kaya, batuan reservoar yang berpori, dan batuan penutup yang kedap, ditambah struktur jebakan yang masif, menciptakan ladang minyak raksasa yang kita kenal sekarang.
Skala Cadangan yang Tak Tertandingi
Kombinasi sempurna antara kondisi geologis, iklim purba, dan struktur perangkap ini menghasilkan cadangan minyak dan gas yang tak tertandingi di dunia. Menurut data dari berbagai sumber, lebih dari separuh cadangan minyak dunia yang terbukti berada di wilayah Timur Tengah. Arab Saudi, sebagai pemimpinnya, memiliki cadangan yang bisa memenuhi kebutuhan energi dunia selama puluhan tahun. Irak, Iran, Kuwait, dan Uni Emirat Arab juga memiliki cadangan yang sangat besar, menjadikan kawasan ini sebagai pusat gravitasi energi global.