Tampang

Abaikan Tekanan Dunia, Angkatan Darat Israel Akan Nekat Invasi Rafah

19 Mar 2024 13:27 wib. 217
0 0
Abaikan Tekanan Dunia Angkatan Darat Israel Nekat Invasi Rafah
Sumber foto: google

Tegangnya situasi di Timur Tengah kembali mencuat mengingat rencana invasi Angkatan Darat Israel ke kota Rafah. Meskipun mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk komunitas internasional, Israel tampaknya bertekad untuk melancarkan serangan ke kota tersebut. Rencana invasi ini dapat menciptakan konsekuensi yang sangat berbahaya di kawasan yang sudah porak-poranda akibat konflik berkepanjangan.

Di tengah-tengah medan politik yang sangat bergolak di Israel, keputusan untuk menginvasi Rafah menjadi polemik tersendiri. Sebagian pihak menilai invasi ini sebagai langkah yang terlalu ekstrim, namun disisi lain, ada kelompok-kelompok yang mendukung langkah Israel untuk memperluas kontrolnya atas wilayah perbatasan. Situasi ini semakin diperumit dengan adanya pendekatan yang tidak konsisten dari negara-negara di sekitar Timur Tengah, yang juga terlibat dalam konflik yang melibatkan Israel.

Rafah sendiri merupakan kota yang terletak di Jalur Gaza, wilayah yang telah lama menjadi sengketa antara Israel dan Palestina. Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan di wilayah ini terus meningkat, dengan serangkaian konflik yang menyebabkan korban jiwa dan kehancuran yang meluas. Rencana invasi Israel ke Rafah memiliki potensi untuk memperburuk situasi yang saat ini sudah sangat rapuh.

Munculnya rencana invasi ini juga memicu reaksi dari berbagai pihak di dunia internasional. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa negara Arab telah mengecam rencana tersebut, dengan mengingatkan akan potensi konsekuensi yang lebih luas jika invasi tersebut dilakukan. Namun, tampaknya tekanan dari pihak luar tidak mampu mengubah keputusan Israel untuk tetap melanjutkan rencana invasinya.

<12>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%