Warisan Sejarah Kolonial
Tidak bisa dimungkiri, warisan sejarah kolonial juga memiliki andil dalam struktur ekonomi saat ini. Negara-negara kolonial mendesain ekonomi negara jajahan mereka untuk melayani kebutuhan metropol, yaitu sebagai pemasok bahan mentah dan pasar untuk barang jadi. Struktur ekonomi yang ekstraktif ini tidak mendorong diversifikasi atau industrialisasi yang kuat. Setelah kemerdekaan, banyak negara Afrika terjebak dalam model ini, yang membuat ekonomi mereka rentan terhadap gejolak pasar global.
Selain itu, penetapan batas-batas negara secara artifisial oleh penjajah sering kali mengabaikan batas etnis dan budaya, yang menjadi sumber konflik internal dan ketidakstabilan politik hingga hari ini.
Lemahnya mata uang di banyak negara Afrika bukanlah masalah tunggal, melainkan hasil dari kombinasi kompleks faktor ekonomi, politik, dan sejarah. Ketergantungan pada komoditas, inflasi, utang, ketidakstabilan politik, dan warisan kolonial semuanya berperan dalam menciptakan kondisi di mana mata uang lokal sulit untuk menguat.