4. Analisis Digital
Dalam era digital, kejahatan siber dan penggunaan teknologi dalam kejahatan tradisional semakin meningkat. Forensik digital berperan penting dalam menyelidiki kejahatan yang melibatkan komputer, ponsel, dan perangkat digital lainnya. Melalui teknik ini, data yang terhapus atau terenkripsi dapat dipulihkan dan dianalisis, memberikan bukti yang penting dalam banyak kasus kriminal.
5. Toksikologi Forensik
Toksikologi forensik melibatkan analisis zat kimia dalam tubuh untuk menentukan penyebab kematian atau keterlibatan zat tertentu dalam kejahatan. Ini termasuk analisis darah, urin, dan jaringan tubuh untuk mendeteksi keberadaan narkoba, alkohol, racun, atau zat berbahaya lainnya. Toksikologi forensik sangat penting dalam kasus pembunuhan, overdosis, dan kecelakaan yang mencurigakan.
Dampak Teknologi Forensik terhadap Sistem Peradilan
1. Peningkatan Akurasi dan Efisiensi
Teknologi forensik telah meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam penyelidikan kriminal. Metode analisis yang canggih memungkinkan penegak hukum untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti dengan lebih tepat, mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.
2. Membantu Mengungkap Kebenaran
Dengan teknologi forensik, kasus-kasus yang sebelumnya sulit dipecahkan dapat diselesaikan. Bukti forensik yang kuat dapat membantu mengungkap kebenaran dan memastikan bahwa pelaku kejahatan dihukum sesuai dengan perbuatannya. Ini juga membantu membebaskan individu yang tidak bersalah dan mencegah kesalahan penuntutan.
3. Menghadirkan Bukti di Pengadilan
Bukti forensik sering kali menjadi kunci dalam persidangan. Teknologi ini memungkinkan ahli forensik untuk memberikan kesaksian yang didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Bukti ini dapat berupa analisis DNA, sidik jari, balistik, atau bukti digital, yang semuanya memberikan dasar yang kuat untuk mendukung kasus penuntutan atau pembelaan.