Pola konsumsi makanan yang kurang sehat serta penggunaan obat-obatan secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus gagal ginjal kronis di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi membebani klaim BPJS Kesehatan yang terus membengkak akibat tingginya biaya pengobatan penyakit ini.
Faktor Penyebab Gagal Ginjal Kronis
Dalam pernyataan resminya, BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa ada beberapa faktor utama yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis. Di antaranya adalah konsumsi makanan dan minuman yang mengandung pewarna serta bahan pengawet, penggunaan obat-obatan secara berlebihan, serta penyakit bawaan seperti diabetes dan hipertensi.
"Masyarakat harus lebih cermat dalam memilih makanan sehat dan bergizi seimbang sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya," kata BPJS Kesehatan dalam keterangannya, Senin (31/3/2025).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa gagal ginjal kronis bukan hanya disebabkan oleh satu jenis makanan tertentu, tetapi merupakan hasil dari berbagai faktor risiko yang saling berkaitan.
Bahaya Bahan Kimia dalam Makanan dan Minuman
Salah satu perhatian utama adalah banyaknya makanan yang telah diberi zat tambahan berbahaya, seperti pewarna buatan dan antibiotik pada ikan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa hampir 100 persen ikan lele yang dikonsumsi masyarakat diduga telah disuntik antibiotik dalam jumlah tinggi. Selain itu, beberapa buah-buahan juga ditemukan mengandung pewarna buatan agar terlihat lebih menarik di pasaran.