Terkadang, penanganan depresi mayor memerlukan campur tangan medis profesional. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu dalam menentukan langkah penanganan terbaik sesuai dengan kondisi penderita. Selain itu, terapi perilaku kognitif juga bisa menjadi pilihan yang efektif untuk merubah pola pikir dan respons terhadap situasi yang memicu stres.
Selain melalui terapi, pengobatan juga merupakan langkah penting dalam penanganan depresi mayor. Beberapa jenis obat antidepresan, seperti SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors), sering diberikan kepada penderita depresi mayor untuk membantu mengatasi gejala yang muncul. Obat antidepresan ini biasanya dikombinasikan dengan terapi psikoterapi agar hasilnya lebih optimal.
Selain langkah medis, perubahan gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gejala depresi mayor. Mencukupi asupan gizi seimbang, menjaga kesehatan fisik melalui olahraga, dan mendapatkan cukup waktu tidur merupakan hal-hal yang dapat membantu memperbaiki kondisi mental seseorang yang mengalami depresi mayor.
Keluarga dan lingkungan sosial juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental penderita depresi mayor. Dukungan emosional dari keluarga, pasangan, dan teman-teman dekat juga dapat membantu dalam proses pemulihan penderita.
Hal penting yang perlu diingat adalah bahwa penderita depresi mayor tidak sendirian. Mereka membutuhkan dukungan dan pengertian dari orang-orang di sekitarnya untuk membantu mereka melewati masa sulit ini. Penting juga bagi penderita untuk tidak menahan diri untuk mencari bantuan jika merasa gejalanya semakin mengganggu kehidupan sehari-hari.