Sementara itu, pengobatan untuk jerawat bakteri umumnya lebih sederhana dan meliputi:
1. Retinoid - Mendorong regenerasi sel serta mencegah penyumbatan pori-pori.
2. Benzoyl Peroxide - Bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus mengurangi produksi minyak berlebih.
3. Asam Salisilat - Berfungsi untuk membuka pori-pori yang tersumbat dan meredakan bengkak.
4. Antibiotik Oral - Seperti tetracycline, doxycycline, dan minocycline, berguna untuk mengatasi infeksi dari dalam tubuh.
5. Accure - Teknologi ini juga terbukti efektif dalam merawat jerawat bakteri, khususnya dalam mengatasi whitehead, blackhead, dan pustula.
Selain dua jenis jerawat ini, terdapat juga kondisi yang sering disalahartikan sebagai jerawat, yaitu jerawat jamur. Meskipun terlihat mirip, jerawat jamur disebabkan oleh infeksi jamur di kulit. Gejalanya berupa benjolan merah, pustula, dan komedo kecil. Jerawat jamur biasanya merespon dengan baik terhadap krim antijamur seperti ketoconazole dan butenafine. Dalam kasus yang lebih parah, dokter mungkin akan meresepkan obat oral seperti itraconazole atau fluconazole.
Mengidentifikasi jenis jerawat dan penyebab dasarnya adalah langkah pertama yang krusial untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bebas dari masalah ini. Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko jerawat kembali muncul dan meningkatkan kualitas hidup kita sehari-hari.