Menurut Dr. Fatimah Maria Tadjoedin, pakar kesehatan gigi dari FKG UI, gigi sensitif terjadi ketika enamel gigi terkikis, sehingga dentin yang mengandung saraf menjadi terbuka. Hal ini menyebabkan gigi lebih rentan terhadap rangsangan seperti makanan dan minuman panas, dingin, manis, atau asam.
“Banyak yang tidak menyadari bahwa gigi sensitif dapat berdampak lebih dari sekadar rasa ngilu. Penderita sering kali harus membatasi makanan tertentu dan bahkan menghindari acara sosial seperti buka puasa bersama karena takut mengalami nyeri,” jelas Dr. Fatimah.
Jika tidak ditangani dengan baik, sensitivitas gigi bisa semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama selama Ramadan ketika pola makan berubah secara drastis.
Tips Ampuh Mengatasi Gigi Sensitif Agar Puasa Nyaman
Untuk menghindari rasa ngilu yang mengganggu, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar gigi tetap sehat selama Ramadan:
1. Gunakan Pasta Gigi Khusus untuk Gigi Sensitif
Pasta gigi dengan formula khusus dapat membantu melindungi saraf gigi dan mengurangi sensitivitas. Menggunakannya secara rutin bisa memberikan perlindungan dalam jangka panjang dan membuat gigi lebih tahan terhadap rangsangan.
2. Sikat Gigi dengan Teknik yang Benar
Menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat berbulu kasar dapat memperparah kondisi gigi sensitif. Gunakan sikat berbulu lembut dan gosok gigi dengan gerakan memutar yang lembut. Selain itu, hindari menyikat gigi langsung setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, karena bisa semakin mengikis enamel.