Tampang.com | Gigi sensitif menjadi masalah umum yang dialami banyak orang, terutama saat Ramadan. Pola makan yang berubah, seperti mengonsumsi makanan dan minuman panas atau dingin saat sahur dan berbuka, dapat memperparah sensitivitas gigi.
Berdasarkan penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) bersama IQVIA, ditemukan bahwa satu dari tiga orang dewasa di dunia mengalami dentin hypersensitivity atau gigi sensitif. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak terdiagnosis dengan baik atau bahkan diabaikan.
Mengapa Gigi Sensitif Bisa Mengganggu Puasa?
General Manager Helion Indonesia, Dhanica Mae Dumo-T, menjelaskan bahwa gigi sensitif lebih dari sekadar rasa ngilu sesaat. Kondisi ini bisa membatasi pilihan makanan, mengurangi interaksi sosial, bahkan memengaruhi suasana hati seseorang.
“Banyak orang memilih menghindari makanan seperti es buah atau makanan panas saat berbuka karena takut mengalami rasa ngilu. Padahal, ada solusi untuk mengatasi masalah ini agar puasa tetap nyaman,” ujar Dhanica dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Tanpa perawatan yang tepat, gigi sensitif bisa menjadi lebih parah dan memengaruhi kenyamanan beribadah selama Ramadan. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan cara mengatasinya agar tetap bisa menikmati berbagai hidangan sahur dan berbuka tanpa rasa sakit.
Penyebab Gigi Sensitif Saat Ramadan