Tampang

Wow, Ternyata Bermain Musik Mengubah Otak

20 Agu 2017 16:31 wib. 1.404
0 0
Wow, Ternyata Bermain Musik Mengubah Otak

Memainkan alat musik sepanjang hidup memperbaiki hubungan antara daerah pendengaran dan zona motor, seperti yang diungkapkan oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex oleh para periset dari kelompok Neuropsychology and Functional Neuroimaging group of the Universitat Jaume I (UJI) dan Universitas McGill Dari Kanada Penelitian yang dilakukan melalui analisis otak musisi dan non-musisi menggunakan resonansi magnetik fungsional.

Studi neurologi kognitif "Modulation of Functional Connectivity in Auditory-Motor Networks in Musicians Compared with Non-musicians" telah berfokus pada musik untuk memahami bagaimana fungsi dan struktur otak dapat dimodifikasi melalui pembelajaran. Meskipun kebanyakan orang memiliki sistem saraf yang memungkinkan mereka mendengarkan musik dan menari atau bernyanyi pada saat bersamaan, memainkan alat musik pada tingkat profesional adalah tugas yang rumit, karena memerlukan koordinasi bimanual dari kedua tangan dan interaksi antara pendengaran. Sistem (telinga) dan sistem motorik (tangan), yang diraih dengan latihan bertahun-tahun. Penelitian ini menunjukkan beberapa efek yang dimiliki pelatihan musik terhadap struktur dan fungsi otak.

Periset dari UJI, bersama Robert J. Zatorre dari McGill University of Canada bekerja sama dengan ERESA di Valencia, mempelajari dampak pelatihan musik di otak melalui gambar fungsional dan struktural otak dalam keadaan istirahat yang diambil melalui medan magnet yang tinggi. Pencitraan resonansi magnetik fungsional saat istirahat, yaitu dengan tidak adanya stimulus eksternal, adalah metodologi pemindaian otak baru. Ini menunjukkan data menarik tentang bagaimana otak bekerja saat aktif dan memungkinkan untuk mempelajari efek pembelajaran di otak," Menekankan César Ávila, profesor Departemen Psikologi Dasar dan Klinis dan Psikobiologi Universitat Jaume I.

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah untuk memverifikasi bahwa pelatihan musik menghasilkan peningkatan interaksi motorik audio di belahan kanan saat istirahat. "Ini menunjukkan bahwa ketika seorang musisi berlatih dan menghabiskan bertahun-tahun belajar memainkan alat musik, ada hubungan yang lebih efektif antara sistem pendengaran dan motor, yang merupakan daerah terutama yang terlibat dalam memainkan alat musik," jelas María Ángeles Palomar-García, Dokter di Psikologi dan peneliti di Universitat Jaume I.

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%