Tampang

Mengapa Saraf Kejepit Sering Menghantui: Memahami Penyebab Utamanya

28 Agu 2025 14:40 wib. 30
0 0
Nyeri Saraf
Sumber foto: Canva

Sebaliknya, kurangnya aktivitas fisik juga menjadi masalah. Otot-otot pendukung tulang belakang, seperti otot perut dan punggung, menjadi lemah jika jarang dilatih. Otot yang lemah tidak mampu menopang tulang belakang dengan baik, membuat tulang belakang lebih rentan terhadap cedera dan tekanan yang bisa mengakibatkan saraf kejepit. Gerakan yang salah akibat otot yang tidak fleksibel juga bisa memicu masalah ini.

Faktor Medis dan Kondisi Kesehatan Lainnya

Beberapa kondisi kesehatan juga bisa meningkatkan risiko saraf kejepit. Misalnya, radang sendi atau artritis reumatoid bisa menyebabkan peradangan di sendi tulang belakang, yang kemudian menekan saraf. Demikian pula, diabetes bisa menyebabkan kerusakan saraf (neuropati diabetik) dan membuat saraf lebih rentan terhadap tekanan dan cedera.

Selain itu, obesitas juga berperan penting. Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada seluruh tulang belakang, terutama di area punggung bawah dan leher. Beban tambahan ini bisa mempercepat keausan diskus dan sendi, meningkatkan risiko saraf kejepit. Kehamilan juga bisa menyebabkan saraf kejepit sementara karena perubahan berat badan dan hormon yang memengaruhi ligamen dan sendi.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?