Tampang

Kembali ke Tradisi: Apa Risiko Bagi Perkembangan Ekonomi dan Sosial?

13 Feb 2025 08:01 wib. 95
0 0
Pasar Tradisional
Sumber foto: Pinterest

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak masyarakat di berbagai belahan dunia mulai kembali merujuk pada tradisi manusia sebagai bagian dari identitas mereka. Gerakan ini, yang sering kali dianggap sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal, menimbulkan banyak pertanyaan tentang dampaknya terhadap perkembangan sosial dan ekonomi. Keputusan untuk kembali ke ekonomi tradisional, meskipun tampak romantis dan menyentuh aspek budaya, dapat memiliki risiko yang signifikan bagi perkembangan komunitas dan masyarakat secara keseluruhan.

Kembali ke tradisi manusia seringkali menandakan upaya untuk menghapus pengaruh globalisasi. Namun, di balik niat baik ini, terdapat risiko yang dapat menghambat perkembangan sosial. Salah satu risiko utama adalah terjadinya penghentian inovasi. Ketika masyarakat terlalu terfokus pada praktik dan pola tradisional, mereka cenderung menolak teknologi atau metode baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Misalnya, dalam pertanian, penggunaan metode tradisional tanpa penerapan teknologi modern dapat mengakibatkan hasil yang lebih rendah dan meningkatkan kerentanan terhadap perubahan iklim.

Di sisi sosial, kembali ke tradisi dapat memperkuat hierarki dan norma-norma yang mungkin sudah kadaluarsa. Banyak tradisi manusia yang mengandung nilai-nilai patriarkal atau diskriminatif, yang dapat menghambat pergerakan menuju kesetaraan dan pengembangan masyarakat yang lebih inklusif. Sebagai contoh, dalam beberapa budaya, tradisi mengharuskan perempuan untuk terikat pada peran tertentu, sehingga mengurangi kesempatan mereka dalam pendidikan dan karier yang lebih baik. Dalam konteks ini, nilai-nilai tradisi justru dapat menghambat perkembangan sosial yang lebih adil dan merata.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?