Kendati demikian, Wormann mengakui bahwa untuk bisa sukses dalam bisnis properti, diperlukan pemahaman yang baik terhadap budaya dan cara kerja masyarakat Jepang. Proses renovasi serta pembentukan jejaring komunitas juga menjadi faktor kunci dalam meraih kesuksesan dalam bisnis ini.
Dalam pandangan Tetsuya Kaneko, properti akiya dapat menjadi investasi yang menarik bagi kelompok tertentu, seperti penghobi, renovator DIY, atau mereka yang mencari ketenangan di pedesaan.
Namun demikian, akiya tidaklah ideal bagi investor institusional atau mereka yang mencari pengembalian cepat atau besar, mengingat adanya biaya renovasi yang tinggi dan kendala potensi penjualan kembali di beberapa daerah.
Selain itu, proses pembelian rumah di Jepang juga dapat rumit karena masalah bahasa dan peraturan setempat yang perlu dinavigasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam properti di Jepang, kita perlu mempertimbangkan risiko-risiko yang terkait dengan keadaan pasar properti di negara tersebut.