Tampang

Rupiah Melemah Mendekati Krisis 1998, Pemerintah Tetap Optimistis

27 Mar 2025 12:43 wib. 46
0 0
Ilustrasi nilai tukar rupiah, kurs rupiah dan dollar AS. Nilai tukar rupiah ke dollar AS pada Selasa (25/3/2025) mencapai titik terendah sejak krisis Juni 1998, yakni Rp 16.611(KOMPAS.com)
Sumber foto: Kompas.com

Saat ini, meskipun nilai tukar rupiah kembali melemah ke atas Rp 16.000 per dolar AS, kondisinya berbeda dengan krisis 1998. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menjelaskan bahwa pada 1998, rupiah anjlok secara drastis dalam waktu singkat dari di bawah Rp 10.000 langsung ke Rp 16.000 per dolar AS.

Sementara itu, pelemahan rupiah saat ini terjadi secara bertahap dan masih dalam batas wajar.

Pemerintah dan BI Tetap Optimistis

Menanggapi pelemahan rupiah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

"Ya kan ini harian kan, nanti kita lihat. Fundamental ekonomi kita kuat, pasar juga sudah rebound," ujar Airlangga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan pemulihan setelah sempat turun ke level 5.900 pada Senin (25/3/2025). Selain itu, Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut Solikin, meskipun nilai tukar rupiah melemah, Indonesia memiliki cadangan devisa yang jauh lebih kuat dibandingkan 1998. Saat itu, cadangan devisa hanya 20 miliar dolar AS, sedangkan sekarang mencapai 154,5 miliar dolar AS.

Indikator Ekonomi Masih Stabil

Dibandingkan dengan krisis 1998, ekonomi Indonesia saat ini lebih terkendali. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan bahwa Indonesia masih dalam kondisi yang cukup baik:

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

CapCay
0 Suka, 0 Komentar, 23 Jul 2024

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?