Ketika harga emas bergerak naik, ada dua pilihan utama bagi pemilik emas:
-
Jual sebagian untuk realisasi keuntungan,
-
Tahan dulu sampai harga emas kembali kuat menembus rekor tertinggi.
Pilihan pertama cocok bagi investor yang menargetkan profit jangka pendek atau membutuhkan likuiditas. Sementara pilihan kedua lebih cocok bagi mereka yang memperkirakan harga emas akan terus naik di jangka menengah hingga panjang karena faktor-faktor eksternal seperti geopolitik atau kebijakan moneter global.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas tidak bergerak sendiri ia dipengaruhi oleh berbagai kondisi makroekonomi dan geopolitik:
-
Ketegangan geopolitik global, misalnya isu di kawasan Atlantik yang melibatkan kapal tanker minyak, bisa membuat investor beralih ke emas sebagai aset aman.
-
Kebijakan bank sentral utama seperti Federal Reserve (The Fed) juga memengaruhi emas karena arah suku bunga berdampak pada daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti bunga. Data tenaga kerja AS yang akan dirilis sering menjadi katalis pergerakan harga emas.
-
Permintaan dan penawaran emas di pasar fisik domestik dan internasional turut menetapkan level harga harian.
Buyback: Cara Aman Jual Emas
Bagi yang ingin menjual emas batangan Antam, opsi buyback langsung ke Antam bisa menjadi pilihan yang aman, walau harganya biasanya lebih rendah dibandingkan harga beli awal. Dengan harga buyback saat ini Rp 2.432.000 per gram, pemilik emas bisa mendapatkan likuiditas cepat tanpa perlu repot menjual ke pihak ketiga.
Namun, perlu diingat bahwa bila jumlah emas yang dijual besar (transaksi di atas Rp 10 juta), maka pajak seperti PPh bisa berlaku sesuai ketentuan perpajakan Indonesia hal yang perlu diperhitungkan dalam kalkulasi keuntungan bersih.