Tampang

Daya Beli Masyarakat Tertekan Jelang Lebaran 2025, CORE Indonesia Ungkap Anomali Konsumsi

30 Mar 2025 12:25 wib. 51
0 0
Ilustrasi berbelanja.(Dok. Kredivo)
Sumber foto: Google

  • 0,09 persen secara tahunan

  • 0,48 persen secara bulanan

  • 1,24 persen secara year to date

  • Deflasi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk turunnya harga makanan, minuman, dan tembakau—padahal biasanya sektor ini mengalami inflasi menjelang Ramadan.

    2. Indeks Penjualan Riil Merosot

    Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Februari 2025 turun 0,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada sektor makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kontraksi hingga 1,7 persen.

    CORE Indonesia mencatat bahwa sejak 2017, pertumbuhan IPR stagnan di bawah 5 persen, yang menandakan adanya tekanan terhadap konsumsi rumah tangga dalam jangka panjang.

    3. Penurunan Transaksi Belanja

    Melemahnya daya beli juga tercermin dari turunnya transaksi belanja menggunakan ATM, debit, dan kartu kredit. BI mencatat bahwa pertumbuhan transaksi belanja dengan ATM dan debit pada 2024 mengalami kontraksi sebesar 4 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8 persen pada 2023.

    Selain itu, transaksi belanja menggunakan kartu kredit yang biasanya dilakukan oleh masyarakat kelas menengah atas hanya tumbuh 8 persen pada 2024, dibandingkan 26 persen pada 2023.

    #HOT

    0 Komentar

    Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

    BERITA TERKAIT

    BACA BERITA LAINNYA

    POLLING

    Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?