Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada dirinya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (lifting) serta mengurangi impor energi. Bahlil menyoroti produksi minyak saat ini yang hanya mencapai 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari, mengakibatkan Indonesia terpaksa mengimpor 1 juta barel per hari.
Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI, Bahlil menegaskan bahwa perintah Presiden Prabowo adalah memanfaatkan semua potensi yang dimiliki untuk meningkatkan lifting guna mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. Selain itu, Bahlil juga memaparkan bahwa Prabowo juga meminta dirinya untuk meninjau aturan-aturan, terutama Peraturan Menteri (Permen), Keputusan Menteri (Kepmen), dan Peraturan Pemerintah (PP) yang dapat menghambat peningkatan lifting migas. Sejalan dengan hal tersebut, Bahlil telah melakukan konsolidasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perusahaan-perusahaan migas.