Daryono juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi bencana bagi masyarakat agar dapat lebih peka dan siap untuk merespons tanda-tanda bahaya alam. Ini termasuk pelaksanaan program-program yang berorientasi pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di Ambon dan sekitarnya. Pembangunan kapasitas berupa pelatihan dan peningkatan keterampilan menjadi kunci utama dalam menyiapkan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana yang mungkin datang.
BMKG, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam peringatan dini bencana, memiliki visi untuk mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami yang lebih efektif. Ketua Tim Mitigasi Tsunami Samudera Hindia dan Pasifik BMKG, Suci Dewi Anugrah, mengungkapkan bahwa lembaganya akan memfokuskan upaya pada pendampingan masyarakat. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat, sehingga dapat membentuk komunitas yang siaga terhadap tsunami atau yang sering disebut sebagai Tsunami Ready Community.
Masyarakat di Ambon dan wilayah sekitarnya perlu memahami bahwa ancaman gempa dan tsunami adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga swasta, hingga komunitas lokal sangatlah penting dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
Berbagai langkah yang harus diambil mencakup pengenalan risiko, pemetaan daerah rawan bencana, serta edukasi masyarakat. Dokumen kedaruratan juga harus disusun dengan baik, dan latihan kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkala, agar masyarakat terbiasa dalam menghadapi situasi darurat. Pj. Wali Kota Ambon, Dominggus Nicodemus Kaya, menekankan pentingnya semua elemen masyarakat terlibat secara aktif dalam upaya ini. Kesadaran akan risiko dan kesiapan untuk bertindak akan menjadi jaminan bagi keselamatan dan perlindungan warga di kawasan ini.