Dalam konteks pelestarian satwa, keberadaan Harimau Jawa juga memiliki nilai yang tinggi secara ekologis dan budaya. Sebagai predator puncak, harimau berperan penting dalam mengatur populasi hewan lain dan menjaga keseimbangan ekosistem. Kehilangan harimau dari habitat alaminya dapat menyebabkan dampak negatif yang meluas terhadap biosfer yang ada. Oleh karena itu, pengakuan terhadap potensi masih adanya Harimau Jawa menjadi langkah awal dalam upaya perlindungan yang lebih serius dan terpadu.
Individual yang peduli dan mencintai lingkungan juga dapat mengambil bagian dalam upaya pelestarian dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keberadaan Harimau Jawa. Pendidikan dan komunikasi yang efektif dapat menciptakan kepedulian masyarakat dan mendorong aksi nyata untuk melindungi spesies ini.
Mengingat pentingnya kontribusi setiap elemen masyarakat, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi pelestari. Pembelajaran tentang ekosistem lokal dan spesies-spesies yang di dalamnya juga harus dibudayakan. Melalui kegiatan edukasi, seminar, dan kampanye, masyarakat bisa lebih terlibat langsung dalam aksi pelestarian.