Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

6 Juli 2018 | Dibaca : 22x | Penulis : oteli w

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Ihza Mahendra secara tegas membantah keterangan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yang mengatakan bahwa  Presiden Megawati Soekarnoputri pernah memerintahkan Yusril untuk membuat draf instruksi presiden (inpres) terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada debitur penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Pak Kwik keliru, yang susun Inpres itu Setkab, bukan Menteri Kehakiman. Kalau Inpres, itu 100 persen kewenangan Setkab bukan Yusril," kata Yusril kepada majelis hakim.

"Jadi Menkum HAM itu mendrafkan calon UU pada waktu Megawati. Sesudah ada UU Nomor 10 Tahun 2004 juga ikut merancang peraturan pemerintah, tapi kalau Inpres itu 100 persen kewenangan Sekretariat Negara dan Sekretaris Kabinet, namanya pak Bambang Kesowo (mantan Mensesneg), namanya bukan Yusril Ihza Mahendra," lanjut Yusril. 

Namun walaupun Yusril membantah keterangan tersebut, Kwik tetap pada pendiriannya.

“Ibu Presiden tidak mengatakan bahwa menteri kehakiman yang membuat. Tapi sebut Pak Yusril tolong dibikin drafnya," kata Kwik.

Dalam kasus tersebut, Syafruddin didakwa merugikan negara sekitar Rp 4,5 triliun terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Jaksa menilai bahwa perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004. Keuntungan yang diperoleh Sjamsul dinilai sebagai kerugian negara.

Jaksa mengungkapkan bahwa kesalahan Syafruddin selaku Kepala BPPN, diduga melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM) dan juga  Syafruddin disebut telah menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham.
 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ubah Bakteri Usus, Kenari Mampu Tingkatkan Kesehatan
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Penelitian yang dipimpin oleh Lauri Byerley, PhD, RD, Research Associate Professor of Physiology di LSU Health New Orleans School of Medicine, telah menemukan ...
Ikuti 8 Langkah Memijat ini untuk Cegah Penuaan Pada Wajah
16 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Wajah merupakan bagian tubuh yang biasanya paling diperhatikan oleh sebagian besar orang. Banyak orang terutama wanita yang melakukan berbagai ...
Masalah Keluarga Picu Konflik di Tempat Kerja
29 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Mengkhawatirkan masalah keluarga selama masa kerja meningkatkan konflik dengan rekan kerja. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr Ana Sanz-Vergel dan ...
8 Hal "Buruk" yang Sebenarnya Membuat Hubungan Lebih Kuat
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Kita memiliki terlalu banyak stereotip dalam pikiran kita mengenai hubungan yang "baik" antara dua orang. 1. Konflik Bila tidak ada konflik ...
Hati - hati Musuh dalam Selimut
26 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kata musuh dalam selimut kadang sangat menakutkan dan menyakitkan ya guys, tapi itu kenyatan dan memang ada bahkan banyak loo saat ini. Biasanya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview