Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

6 Juli 2018 | Dibaca : 328x | Penulis : oteli w

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Ihza Mahendra secara tegas membantah keterangan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yang mengatakan bahwa  Presiden Megawati Soekarnoputri pernah memerintahkan Yusril untuk membuat draf instruksi presiden (inpres) terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada debitur penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Pak Kwik keliru, yang susun Inpres itu Setkab, bukan Menteri Kehakiman. Kalau Inpres, itu 100 persen kewenangan Setkab bukan Yusril," kata Yusril kepada majelis hakim.

"Jadi Menkum HAM itu mendrafkan calon UU pada waktu Megawati. Sesudah ada UU Nomor 10 Tahun 2004 juga ikut merancang peraturan pemerintah, tapi kalau Inpres itu 100 persen kewenangan Sekretariat Negara dan Sekretaris Kabinet, namanya pak Bambang Kesowo (mantan Mensesneg), namanya bukan Yusril Ihza Mahendra," lanjut Yusril. 

Namun walaupun Yusril membantah keterangan tersebut, Kwik tetap pada pendiriannya.

“Ibu Presiden tidak mengatakan bahwa menteri kehakiman yang membuat. Tapi sebut Pak Yusril tolong dibikin drafnya," kata Kwik.

Dalam kasus tersebut, Syafruddin didakwa merugikan negara sekitar Rp 4,5 triliun terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Jaksa menilai bahwa perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004. Keuntungan yang diperoleh Sjamsul dinilai sebagai kerugian negara.

Jaksa mengungkapkan bahwa kesalahan Syafruddin selaku Kepala BPPN, diduga melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM) dan juga  Syafruddin disebut telah menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham.
 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Vendor Online di China Menyerang Wanita untuk Keluhan
9 Januari 2018, by Slesta
Pelanggannya tidak selalu benar, setidaknya menurut satu vendor shopping mall online di China, yang melakukan perjalanan siang dan malam untuk mengalahkan ...
mathew thomas
17 Juli 2017, by Slesta
Aktor senior Jeremy Thomas dan istrinya Ina Thomas saat ini sedang mengalami kesedihan. Betapa tidak, anak sulung mereka, Axel Matthew Thomas telah menjadi ...
Bogor : Bocah Tewas Didalam Karung
1 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Sungguh mengenaskan, seorang bocah ditemukan tak bernyawa di dalam karung. Bocah yang berinisial G (6) ini telah hilang sejak Senin pagi ...
pelayan sexy
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah video Youtube tentang sebuah warung makan dengan dua orang pelayan yang cantik dan seksi, akhir-akhir ini sedang viral di berbagai media sosial. Video ...
Tak Hanya di Booklet, Bendera Indonesia Terbalik Juga Ada di Surat Kabar Malaysia!
26 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Masyarakat Indonesia telah dibuat kesal dengan ulah Malaysia yang ceroboh memasang gambar bendera Indonesia yang terbalik. Kini, beredar pula bendera Indonesia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab