Tutup Iklan
ObatDiabetes
  
login Register
Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

6 Juli 2018 | Dibaca : 64x | Penulis : oteli w

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Ihza Mahendra secara tegas membantah keterangan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yang mengatakan bahwa  Presiden Megawati Soekarnoputri pernah memerintahkan Yusril untuk membuat draf instruksi presiden (inpres) terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada debitur penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Pak Kwik keliru, yang susun Inpres itu Setkab, bukan Menteri Kehakiman. Kalau Inpres, itu 100 persen kewenangan Setkab bukan Yusril," kata Yusril kepada majelis hakim.

"Jadi Menkum HAM itu mendrafkan calon UU pada waktu Megawati. Sesudah ada UU Nomor 10 Tahun 2004 juga ikut merancang peraturan pemerintah, tapi kalau Inpres itu 100 persen kewenangan Sekretariat Negara dan Sekretaris Kabinet, namanya pak Bambang Kesowo (mantan Mensesneg), namanya bukan Yusril Ihza Mahendra," lanjut Yusril. 

Namun walaupun Yusril membantah keterangan tersebut, Kwik tetap pada pendiriannya.

“Ibu Presiden tidak mengatakan bahwa menteri kehakiman yang membuat. Tapi sebut Pak Yusril tolong dibikin drafnya," kata Kwik.

Dalam kasus tersebut, Syafruddin didakwa merugikan negara sekitar Rp 4,5 triliun terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Jaksa menilai bahwa perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004. Keuntungan yang diperoleh Sjamsul dinilai sebagai kerugian negara.

Jaksa mengungkapkan bahwa kesalahan Syafruddin selaku Kepala BPPN, diduga melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM) dan juga  Syafruddin disebut telah menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham.
 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menjadi Ibu di Usia 35 ke Atas? Siapa Takut, Inilah Keuntungannya!
23 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Kehamilan pada usia 30 –an memang memiliki resiko yang cukup tinggi khususnya bagi kesehatan bayi yang dikandungnya. Namun , ...
Sayang Usus? Yuk Makan Brokoli
17 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Dalam sebuah penelitian, ketika tikus makan brokoli dengan makanan rutin mereka, mereka lebih mampu menoleransi masalah pencernaan seperti gejala usus dan ...
WALK IN INTERVIEW – BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG
19 Agustus 2017, by Slesta
Posisi : 1. Head Store Min. SMA dari semua jurusan , diutamakan dengan background hospitality Berpengalaman min. 2 tahun sebagai supervisor ...
Punya Teman Atau Bahkan Kamu Bau Mulut? Berikut Penyebabnya Yang Harus Anda Ketahui
24 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Penyebab Bau Mulut Bau mulut adalah salah satu masalah pada tubuh terutama mulut yang sangat menggangu. Betapa tidak karena mulut digunakan untuk ...
Makan Kangkung Bisa Bikin Ngantuk, Benarkah?
12 Agustus 2017, by Rachmiamy
Kangkung merupakan jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kangkung dapat diolah menjadi lalapan, tumis kangkung, kangkung saus tiram, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman