Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

6 Juli 2018 | Dibaca : 95x | Penulis : oteli w

Yusril Membantah Keterangan Kwik Kian Gie Terkait Penyusunan Inpres BLBI

Yusril Ihza Mahendra secara tegas membantah keterangan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yang mengatakan bahwa  Presiden Megawati Soekarnoputri pernah memerintahkan Yusril untuk membuat draf instruksi presiden (inpres) terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada debitur penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Pak Kwik keliru, yang susun Inpres itu Setkab, bukan Menteri Kehakiman. Kalau Inpres, itu 100 persen kewenangan Setkab bukan Yusril," kata Yusril kepada majelis hakim.

"Jadi Menkum HAM itu mendrafkan calon UU pada waktu Megawati. Sesudah ada UU Nomor 10 Tahun 2004 juga ikut merancang peraturan pemerintah, tapi kalau Inpres itu 100 persen kewenangan Sekretariat Negara dan Sekretaris Kabinet, namanya pak Bambang Kesowo (mantan Mensesneg), namanya bukan Yusril Ihza Mahendra," lanjut Yusril. 

Namun walaupun Yusril membantah keterangan tersebut, Kwik tetap pada pendiriannya.

“Ibu Presiden tidak mengatakan bahwa menteri kehakiman yang membuat. Tapi sebut Pak Yusril tolong dibikin drafnya," kata Kwik.

Dalam kasus tersebut, Syafruddin didakwa merugikan negara sekitar Rp 4,5 triliun terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Jaksa menilai bahwa perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004. Keuntungan yang diperoleh Sjamsul dinilai sebagai kerugian negara.

Jaksa mengungkapkan bahwa kesalahan Syafruddin selaku Kepala BPPN, diduga melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM) dan juga  Syafruddin disebut telah menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham.
 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Christopher Rungkat Tundukkan Petenis Thailand Ajang TEZ Tenis Open 2017
22 November 2017, by Admin
Tampang.com - Kubu Indonesia semringah pada hari kedua babak utama turnamen internasional bertajuk TEZ Tennis Open 2017 di Jakarta, Selasa (21/11). Tiga ...
Massa Bela Rohingnya 169 Padati Kawasan Patung Kuda Monas
18 September 2017, by Rindang Riyanti
  Massa aksi 'Bela Rohingya 169’ memadati kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat. Sejak pagi hari massa sudah memenuhi kawasan Patung Kuda ...
"Putri Tidur" yang Pulas sampai 12 Hari ini sudah Siuman
3 November 2017, by Admin
Tampang.com - PONSEL pintar berwarna putih itu tak lepas dari genggamannya. Di sampingnya, sang ibu Siti Lili Rusita terus mendokumentasikan kegiatan anak ...
Tips Jitu Agar Anak Suka Makan Sayur
22 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rasa sayuran yang kurang pas dilidah anak membuat mereka kurang suka saat makan sayuran tersebut. Salah satu cara agar anak gemar makan sayur ...
Paguyuban Bentor Ponorogo Protes banyak Bentor yang Diamankan Polisi
18 November 2017, by Admin
Tampang.com – Langkah polisi menertibkan becak motor (bentor) direaksi Paguyuban Bentor Ponorogo. Pihak paguyuban tidak terima bentor ditertibkan. Sebab ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman