Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Trend Fashion yang Banyak Membunuh Wanita

Trend Fashion yang Banyak Membunuh Wanita

14 September 2017 | Dibaca : 351x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Banyak  fashion yang sekarang beredar bermodel simple namun terkesan anggun dan cantik, lebih cenderung kedalam gaya moredn sesuai perkembangan jaman. Bayak beredar gaya busana stylish belakangan yang membuat penggunanya merasa praktis dan nyaman tapi tetap modis dan enak dilihat.

Namun apakah kita tahun beberapa tahun yang lalu model fashion “Crinoline” telah sangat membahayakan pemakainya, baanyak para wanita yang sakit hingga meninggalnya untuk menggunakan model “Crinoline” tersebut. Mereka harus menggunakan busana tersebut untuk tampil diacara kenegaraan atau acara sang raja atau sang ratu.

Dimasa sekarangpun model fashion  “Crinoline” masih ada, digunakan para selebriti untuk tampil dipanggung, namun bentuknya sudah termodifikasi.

Model fashion “Crinoline” sendiri sebenarnya adalah model yang terbuat dari rambut kuda jadi salah satu item fashion paling trendi pada zaman kekuasaan Ratu Victoria itu. Alih-alih pakaian dalam, crinoline sebenarnya lebih berbentuk seperti rangka karena strukturnya yang kaku.

Pada perkembangannya, rambut kuda digantikan dengan katun yang dipadatkan, kemudian diganti lagi dengan bahan metal dan dibentuk seperti 'kandang' seperti yang kita ketahui sekarang ini. Crinoline dipakai dibawah rok dalaman, dilapis lagi dengan rok atau gaun.

Di era Victorian, yakni 1800-an hingga 1901, para wanita mengenakan pakaian dalam yang disebut crinoline. Pakaian dalam ini adalah sejenis petticoat atau rok dalaman yang biasa dipakai di bawah gaun. 

Crinoline pertama kali jadi tren di kalangan wanita kelas atas dan jadi semakin populer dikenakan rakyat jelata. Saat memakai crinoline, ruang gerak jadi sangat terbatas karena salah bergerak sedikit saja, crinoline bisa membuat area intim wanita cedera.

Memakai crinoline, meskipun membuat wanita tampak anggun dan mewah, ada pengorbanan besar di baliknya. Selain jadi sulit berjalan dan terasa panas karena harus memakai berlapis-lapis baju, risiko kematian juga tinggi.

Crinoline terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar. Dikutip dari Elite Readers, tak kurang dari 3.000 wanita tewas karena terbakar saat memakainya. 

Namun sekarang semua sudah berubah, jaman kerajaan “Crinoline” sudah tenggelam kalau pun memang ada fashion “Crinoline” hanya untuk aksi panggung yang tidak menyulitkan atau baju pengantin perempuan itupun tidak terlalu ribet dan menyakitkan sipemakainya.  Semua wanita hidup di zaman sekarang bisa bernapas lega. Crinoline kini bukan lagi benda 'wajib' untuk dipakai para wanita. Kejayaan crinoline lenyap di akhir era 1800-an dan sekarang hanya dipakai untuk acara tertentu dan bahannya pun dibuat dari material yang lebih nyaman dan tak mudah terbakar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

presdential threshold
21 Juli 2017, by Gatot Swandito
Sekarang banyak pengamat, politisi, akademisi, tokoh LSM, dan lainnya yang meributkan soal presidential threshold (PT) atau ambang batas syarat pencalonan ...
Madrid Berhasil Cetak Rekor Baru di Liga Champions, Juventus Gagal treble winners!
4 Juni 2017, by Zeal
Real Madrid menambah koleksi trofi Liga Champions. Pada musim ini, mereka sukses meraih gelar juara usai membungkam Juventus di The National Stadium of Wales, ...
Anda Pendiam? Inilah Pekerjaan yang Cocok Untuk Anda
1 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Seseorang yang pendiam biasanya selalu membatasi interaksi dengan banyak orang, ia cenderung selektif ketika bergaul di masyarakat. Pendiam ...
lindsay lohan
29 Juni 2017, by Tonton Taufik
Seorang bintang film Amerika yang sedang belajar tentang agama Islam, menurut beberapa berita, mengucapkan Eid Mubarak, sambil mengutip kata-kata dari bunda ...
nemaja matic
28 Juni 2017, by Tonton Taufik
Chelsea akan membolehkan Nemaja Matic untuk pindah ke Manchester United (MU), jika Chelsea mendapatkan pemain tengah AS Monaco, Tiemoue Bakayoko. Jose ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
CreamPemutih Kanan