Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Tradisi Mudik Lebaran dan Silatuhrami

Tradisi Mudik Lebaran dan Silatuhrami

19 Juni 2018 | Dibaca : 299x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Sebagian besar kaum Muslimin di negeri kita mengira, bahwa mudik lebaran ada kaitannya dengan ajaran Islam, karena terkait dengan ibadah bulan Ramadhan. Sehingga banyak yang lebih antusias menyambut mudik lebaran daripada mengejar pahala puasa dan lailatul qadr. Dengan berbagai macam persiapan, baik tenaga, finansial, kendaraan, pakaian dan oleh-oleh perkotaan. Ditambah lagi dengan gengsi bercampur pamer, mewarnai gaya mudik. Kadang dengan terpaksa harus menguras kocek secara berlebihan, bahkan sampai harus berhutang. Pada hari lebaran, lembaga pegadaian menjadi sebuah tempat yang paling ramai dipadati pengunjung yang ingin berhutang.

Padahal yang benar mudik tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam karena tidak ada satu perintahpun baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah, setelah menjalankan ibadah Ramadhan harus melakukan acara silaturahmi untuk kangen-kangenan dan maaf-maafan, karena silaturahmi bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan dan kondisi.

Apabila yang dimaksud mudik lebaran sebagai bentuk kegiatan untuk memanfaatkan momentum dan kesempatan untuk menjernihkan suasana keruh dan hubungan yang retak sementara tidak ada kesempatan yang baik kecuali hanya waktu lebaran maka demikian itu boleh-boleh saja namun bila sudah menjadi suatu yang lazim dan dipaksakan serta diyakini sebagai bentuk kebiasaan yang memiliki kaitan dengan ajaran Islam atau disebut dengan istilah tradisi Islami maka demikian itu bisa menjadi bidah dan menciptakan tradisi yang batil dalam ajaran Islam. Sebab seluruh macam tradisi dan kebiasaan yang tidak bersandar pada petunjuk syareat merupakan perkara bidah dan tertolak sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, patuh dan taat walaupun dipimpin budak habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk, berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Waspadalah terhadap perkara-perkara baru (bid’ah) karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat”. [Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Misteri Hilangnya Amelia Earhart: Anjing Pelacak Digunakan untuk Mencari Jasadnya
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilasir dari News.nationalgeographic.com - Anjing pelacak akan digunakan untuk membantu mengendus tempat peristirahatan terakhir sang penerbang di ...
Manfaat Jagung Hitam Bagi Kesehatan
9 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sebagian dari kamu pasti menganggap jagung hanya berwarna kuning seperti yang biasa kamu lihat di pasar bukan? Namun, tahukah kamu bahwa jagung tidak hanya ...
Ini Alasan Mengapa Sarapan Itu Penting
15 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kegiatan sarapan menjadi salah satu kegiatan yang sering dilupakan dan dilewatkan oleh sebagian orang. Alasannya, karena mereka tak punya waktu ...
Ternyata Sofia adalah Nama Gadis Paling Populer di Dunia
27 Oktober 2017, by Rachmiamy
Kalian pasti sudah tak asing lagi dengan nama Sophia Latjuba, Sofia Andres si Cantik Pemeran Kate di Forevermore, dan Sofia Boutella, pemeran utama tokoh ...
KTP Terduga Pelaku Bom Pasuruan Ternyata Palsu
5 Juli 2018, by oteli w
KTP Terduga Pelaku Bom Pasuruan Ternyata Palsu Terduga pelaku bom Pasuruan berhasil melarikan diri setelah terjadi ledakan bom. Dan ditempat TKP ditemukan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab