Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Tradisi Mudik Lebaran dan Silatuhrami

Tradisi Mudik Lebaran dan Silatuhrami

19 Juni 2018 | Dibaca : 401x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Sebagian besar kaum Muslimin di negeri kita mengira, bahwa mudik lebaran ada kaitannya dengan ajaran Islam, karena terkait dengan ibadah bulan Ramadhan. Sehingga banyak yang lebih antusias menyambut mudik lebaran daripada mengejar pahala puasa dan lailatul qadr. Dengan berbagai macam persiapan, baik tenaga, finansial, kendaraan, pakaian dan oleh-oleh perkotaan. Ditambah lagi dengan gengsi bercampur pamer, mewarnai gaya mudik. Kadang dengan terpaksa harus menguras kocek secara berlebihan, bahkan sampai harus berhutang. Pada hari lebaran, lembaga pegadaian menjadi sebuah tempat yang paling ramai dipadati pengunjung yang ingin berhutang.

Padahal yang benar mudik tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam karena tidak ada satu perintahpun baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah, setelah menjalankan ibadah Ramadhan harus melakukan acara silaturahmi untuk kangen-kangenan dan maaf-maafan, karena silaturahmi bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan dan kondisi.

Apabila yang dimaksud mudik lebaran sebagai bentuk kegiatan untuk memanfaatkan momentum dan kesempatan untuk menjernihkan suasana keruh dan hubungan yang retak sementara tidak ada kesempatan yang baik kecuali hanya waktu lebaran maka demikian itu boleh-boleh saja namun bila sudah menjadi suatu yang lazim dan dipaksakan serta diyakini sebagai bentuk kebiasaan yang memiliki kaitan dengan ajaran Islam atau disebut dengan istilah tradisi Islami maka demikian itu bisa menjadi bidah dan menciptakan tradisi yang batil dalam ajaran Islam. Sebab seluruh macam tradisi dan kebiasaan yang tidak bersandar pada petunjuk syareat merupakan perkara bidah dan tertolak sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, patuh dan taat walaupun dipimpin budak habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk, berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Waspadalah terhadap perkara-perkara baru (bid’ah) karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat”. [Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nasi Tumpeng Mini Jakarta Unik dan Menarik untuk Berbagai Acara
13 Januari 2020, by Admin
Indonesia kaya akan keberagaman budaya yang beragam sehingga menjadikannya kaya akan buadaya, bahasa maupun tradisi. Dan keberagaman budaya tersebut ...
Donald Trump Anggap AS Bodoh Berikan Bantuan Rp 450 Triliun Pada Pakistan
2 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus menerus melontarkan pernyataan-pernyataan yang banyak menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. ...
NASA: Robot Penghasil Oksigen Akan Dikirimkan ke Mars
28 Agustus 2017, by Noor Azizah
Membuat manusia mendarat di Mars adalah salah satu proyek ruang angkasa terbesar yang ada pada generasi ini. Selain kebutuhan untuk membangun roket dan wahana ...
6 Menu Paling Tepat Untuk Sarapan
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sarapan merupakan satu hal yang penting untuk selalu dilakukan setiap hari. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit orang yang tidak sempat sarapan pada pagi ...
imam taufik
8 Juni 2017, by Tonton Taufik
Disela-sela kesibukan bulan ramadhan, Imam Taufik, sebagai Bendahara Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten Cirebon, mengungkapkan sekarang PC NU ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview