Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
full day school

Tidak Semua Daerah Siap Full Day School yang di Terapkan Pemerintah

13 Juni 2017 | Dibaca : 881x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Di tahun ajaran baru 2017/2018 pemerintah berencana mengubah jam belajar di sekolah. Pemerintah akan mengganti waktu sekolah yang hanya 5 hari mulai senin-jumat. Namun jam belajar setiap harinya akan dimaksimalkan menjadi 8 jam. Nantinya hari sabtu dan minggu benar-benar di gunakan untuk libur tidak ada lagi kegiatan atau aktivitas di sekolah.

Indra Charismiadji selaku pemerhati pendidikan mengatakan jika penerapan sekolah seharian atau full day school dengan alokasi waktu delapan jam perhari sebagai Program Penguatan Karakter (PKK) tidak cocok untuk diterapkan di seluruh daerah. Program ini hanya cocok bagi mereka yang tingal di perkotaan dimana orang tua mereka bekerja delapan jam sehari.

Sementara yang berdomisili di daerah pedesaan, program penguatan karakter yang lebih tepat yaitu berbasis kearifan lokal seperti pertanian, kelautan atau peternakan. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rasyidi, mengatakan bahwa program sekolah lima hari yang dicanangkan pemerintah harus dipersiapkan dengan matang, jangan sampai menimbulkan reaksi beragam dan cenderung negatif.

Ia pun meminta agar pemerintah membentuk tim khusus untuk membahas secara serius kebijakan ini dengan pemerintah setiap daerah dan berbagai pihak yang relevan. Pemerintah pusat cukup menyiapkan panduan dan untuk implementasinya serahkan pada pemerintah daerah yang lebih tahu, mengerti dan paham mengenai kondisi daerahnya masing-masing.

Unifah juga mengatakan bahwa Kemendikbud perlu mengajak dialog secara khusus dengan penyelenggara sekolah berbasis agama yang telah lebih dulu meyelenggarakan pendidikan selepas sekolah umum di siang hari. Pemerintah juga diharapkan mempertimbangkan mengenai waktu istirahat, bermain, pemenuhan gizi dan komunikasi dengan keluarga yang amsih sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak usia sekolah.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tahukah Anda Berapa Jumlah Negara yang Ada di Dunia?
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Ada 196 negara di dunia saat ini. Kecuali Anda tidak menghitung Taiwan. Taiwan tidak dianggap sebagai negara resmi oleh banyak orang, yang membuat jumlah ...
Rusia Menyebabkan 'kekacauan cyber-space', kata mantan bos GCHQ
10 Juli 2017, by Slesta
Pemerintah Rusia merupakan ancaman bagi demokrasi, kata mantan direktur GCHQ, Robert Hannigan. Ada "jumlah yang tidak proporsional dari kekacauan di ...
Meski Gatal, Bentol Akibat Serangga Ternyata Tak Boleh Digaruk
13 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tinggal di negara beriklim tropis, gigitan serangga adalah gangguan yang kita temukan hampir setiap hari. Wajar memang, karena suhu panas yang ...
Emha Ainun Nadjib: Saya Anti Demokrasi
6 Mei 2017, by Tonton Taufik
Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. ...
Pingin Cowok klepek-klepek Sama Kamu ?? Lakukan Ini Ladies
4 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Tahu nggak sii , ternyata cowok juga bisa meleleh saat melihat cewek yang perkasa. Tapi seperti apa sih cewek yang perkasa itu? Mau ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab