Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Terlalu Banyak Tidur? Hati-Hati Demensia

Terlalu Banyak Tidur? Hati-Hati Demensia

20 Agustus 2017 | Dibaca : 500x | Penulis : Rio Nur Arifin

Penyakit Alzheimer menjangkit jutaan orang di dunia, dan jumlahnya diperkirakan akan terus tumbuh. Penelitian baru menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara tidur yang berkepanjangan dan risiko demensia.

Lebih dari 46 juta orang hidup dengan demensia di seluruh dunia, dan jumlahnya diperkirakan hampir tiga kali lipat pada tahun 2050.

Di Amerika Serikat, lebih dari 5 juta orang saat ini diperkirakan menderita penyakit Alzheimer. Risiko penyakit meningkat seiring bertambahnya usia, karena 1 dari 3 orang tua meninggal dengan penyakit Alzheimer atau bentuk demensia lainnya.

Sebuah studi berskala besar yang baru menunjukkan bahwa orang-orang dengan pola tidur yang berkepanjangan mungkin memiliki peningkatan risiko terserang demensia.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Sudha Seshadri, profesor neurologi di Boston University School of Medicine (BUSM), dan temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Neurology.

Peneliti memeriksa data dari Framingham Heart Study (FHS). FHS adalah studi kohort besar yang dimulai pada tahun 1948 dengan mendaftarkan 5.209 pria dan wanita berusia antara 30 dan 62 yang tinggal di kota Framingham, MA. Tujuan awalnya dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Tidur 9 jam atau lebih terkait dengan risiko demensia yang lebih tinggi.

Untuk penelitian ini, sejumlah besar orang dewasa yang terdaftar di FHS diminta untuk melaporkan berapa lama mereka biasanya tidur per malam. Para peneliti kemudian secara klinis mengikuti para peserta selama 10 tahun untuk melihat siapa yang mengembangkan penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya.

Peneliti BUSM kemudian memeriksa data yang dikumpulkan pada durasi tidur dan menghitung risiko pengembangan demensia.

Tim menemukan bahwa orang yang tidur teratur selama 9 jam atau lebih dua kali lebih mungkin terkena Alzheimer dalam waktu 10 tahun, dibandingkan dengan mereka yang tidur secara konsisten kurang dari 9 jam.

Selain itu, seperti yang dijelaskan oleh penulis utama studi ini, pendidikan tampaknya berperan dalam mencegah risiko demensia.

"Peserta tanpa gelar sekolah menengah yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam memiliki risiko enam kali mengalami demensia dalam 10 tahun dibandingkan dengan peserta yang kurang tidur. Hasil ini menunjukkan bahwa berpendidikan tinggi dapat melindungi dari demensia pada durasi tidur yang panjang. " Kata Dr. Sudha Seshadri.

Semakin cepat pasien didiagnosis menderita demensia, semakin banyak waktu yang mereka dan keluarga mereka rencanakan di masa depan dan membuat keputusan kesehatan yang penting.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Penasaran? Ternyata Sejarah Paralympic Games Berawal dari Sebuah Rumah Sakit
22 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Apakah Anda tahu? Ternyata olahraga untuk penyandang disabilitas sudah ada lebih dari 100 tahun yang lalu. Salah satu contohnya adalah klub ...
narkoba online
14 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kini ada modus baru dalam mengedarkan narkoba. Polisi membekuk ibu rumah tangga berinisial EK terkait peredaran narkoba ini. Modus ini dilakukan ...
Gimana ya Cara Langsing dengan Hipnotis?
8 Mei 2017, by herline
Berat badan ramping serta ideal sangat diinginkan setiap orang. Hingga berbagai cara dilakukan demi memiliki tubuh yang ramping. Dan saat ini masalah obesitas ...
Tom Cruise Punya Kerjaan Baru Jadi Pilot
7 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Film Top Gun yang booming di tahun 1986 akan kembali di lanjutkan dengan sekuel terbaru yang tentunya juga akan diperankan oleh aktor tampan Tom ...
Ketua DPP Gerindra: Kemenangan Mahathir Adalah Bukti Inkumben Bisa Kalah
11 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemilu Malaysia baru saja selesai dan Mahathir Muhammad adalah pemenang dalam pemilu tersebut. seperti diketahui juga, Mahathir ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab