Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Studi Terbaru: Cokelat Dapat Menjadi Alternatif untuk Obati Diabetes

Studi Terbaru: Cokelat Dapat Menjadi Alternatif untuk Obati Diabetes

31 Agustus 2017 | Dibaca : 514x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ternyata buah cokelat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengobati diabetes tipe 2. Hasil studi ini telah dipublikasikan di Journal of Nutritional Biochemistry edisi 27 Juli 2017.

Tim peneliti yang berasal dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa cokelat memiliki senyawa yang dapat bantu tubuh untuk lepaskan banyak insulin.

Seperti diketahui, diabetes biasanya disebabkan karena tubuh tak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengolah gula darah pada tubuh. Karena, sel beta yang bertanggung jawab menghasilkan insulin tak bekerja sebagaimana mestinya.

Dalam studi berjudul Monomeric Cocoa Catechins Enhance β-Cell Function by Increasing Mitochondrial Respiration itu, tim yang dipimpin Thomas Rowley, peneliti biologi pangan dari Brigham Young University di Provo, Utah, berhasil menyebutkan monomer epicatechin, senyawa yang ditemukan dalam kakao, mampu membantu sel beta bekerja lebih baik dan kuat.

Tim menguji senyawa tersebut kepada sekelompok hewan dengan kandungan lemak tinggi. Ternyata monomer epicatechin mampu menurunkan tingkat obesitas pada hewan dan meningkatkan kemampuan mengatasi peningkatan kadar glukosa darah.

Kemudian tim melanjutkannya pada studi tingkat sel. Hasil studi menunjukkan senyawa monomer epicatechin bisa meningkatkan kemampuan sel beta untuk menghasilkan insulin.

"Senyawa ini membuat mitokondria dalam sel menjadi lebih kuat. Imbasnya, sel menghasilkan sumber energi untuk bekerja lebih baik," kata Jeffrey Tessem, anggota studi, seperti dikutip dari laman berita Science Daily, Rabu, 30 Agustus 2017.

Sebelumnya, telah banyak studi tentang manfaat banyak senyawa yang bisa menjadi alternatif pengobatan diabetes. Namun tim mengklaim senyawa monomer epicatechin, senyawa terkecil yang ada di kakao, paling efektif meningkatkan kerja sel beta.

"Studi ini bisa menjadi pintu masuk untuk menggunakannya sebagai suplemen makanan, bahkan berpotensi mencegah timbulnya diabetes tipe 2," ujar Andrew Neilson, peneliti teknologi pangan dari Virginia Technology University di Blacksburg, Virginia, yang juga anggota tim.

Kini, tugas dari para peneliti adalah tentang bagaimana cara mengekstraksi senyawa yang terdapat dalam kakao tersebut sehingga dapat menjadi obat potensial bagi penderita diabetes.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Indonesia Tersingkir Dari Perebutan Medali Emas Sepak Bola Sea Games 2017
26 Agustus 2017, by Rachmiamy
Pertandingan semi final cabang sepak bola Sea Games 2017 antara Malaysia vs Indonesia berlangsung di Stadion Shah Alam Selangor Malaysia. Pertandingan berjalan ...
Gen Meis1 Bisa Pulihkan Cedera Jantung
15 Juli 2018, by Maman Soleman
Para peneliti di UT Southwestern Medical Center (UTSW) mengidentinkasi sejenis gen yang mengatur kemampuan jantung untuk beregenerasi setelah mengalami cedera. ...
Percayalah Pada Penulis Skenario Terbaik!
24 Februari 2018, by Dika Mustika
Tampang.com - Aku pernah mendengar sebuah kisah yang sungguh menggugah emosi. Dikisahkan ada seorang anak yang baru saja ditinggal oleh ayahnya. Tak lama ...
Foto Banyumas
11 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com. Kantor Mapolres Banyumas digegerkan oleh seorang pemuda yang nylonong masuk ke markas polisi ini sambil mengendarai motor dengan jenis matic ...
5 Tips Sederhana Perawatan Kulit Wajah di Usia 20an
13 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Penuaan pada kulit adalah hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Seiring bertambahnya usia memang  pasti akan membuat kulit wajah menjadi menua hingga ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab