Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

1 Mei 2018 | Dibaca : 217x | Penulis : Slesta

Setelah epilepsi tampaknya tidak menurunkan kemungkinan seorang wanita hamil, penelitian baru menemukan.

"Makalah kami adalah mitos-buster," kata penulis studi Dr. Page Pennell, direktur penelitian dalam pembagian epilepsi di Brigham and Women's Hospital di Boston.

"Ketika saya memasuki spesialisasi ini, ada banyak mitos dan stigma tentang wanita yang hidup dengan epilepsi," kata Pennell dalam rilis berita rumah sakit. "Beberapa dekade yang lalu, wanita dengan epilepsi berkecil hati karena hamil dianggap berisiko."

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh kejang, kehilangan kesadaran dan masalah kesehatan lainnya.

"Hari ini, kita tahu lebih banyak dan memiliki obat yang lebih aman untuk membantu wanita dengan epilepsi memiliki kehamilan yang sehat. Tetapi mitos tentang tingkat kesuburan tetap. Kami ingin mengevaluasi angka tersebut, khususnya di kalangan wanita yang ingin hamil," kata Pennell.

Penelitian ini melibatkan 89 wanita dengan epilepsi dan 108 wanita tanpa epilepsi yang mencoba untuk hamil. Para wanita tidak memiliki riwayat gangguan infertilitas yang diketahui.

Dalam setahun, 60,7 persen perempuan dengan epilepsi dan 60,2 persen perempuan tanpa epilepsi hamil. Kedua kelompok mengambil waktu yang sama untuk hamil dan memiliki tingkat keguguran dan kelahiran hidup yang sama.

Di seluruh dunia, sekitar 12,5 juta wanita usia subur mengalami epilepsi. Studi sebelumnya telah menemukan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kelahiran yang lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki epilepsi, tetapi itu bisa disebabkan oleh lebih sedikit wanita dengan epilepsi yang ingin hamil, kata para peneliti.

Ahli saraf harus berbicara dengan pasien wanita usia subur "tentang rencana mereka untuk memulai keluarga dan tentang kontrasepsi yang efektif sampai saat itu," kata Pennell.

"Studi kami menunjukkan bahwa kebanyakan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kesuburan yang normal, sehingga perencanaan ke depan, menyesuaikan obat dan meresepkan vitamin sangat penting untuk wanita dengan epilepsi sepanjang tahun reproduksi mereka," kata Pennell.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nasi Jamblang
22 April 2017, by titin
Cirebon...Cirebon siapa yang gak tau Cirebon, Cirebon kini sudah menjadi kota destinasi untuk wisata kuliner. Kota Cirebon adalah salah satu kota yang berada ...
Mbappe
4 Mei 2017, by Ayu
Memiliki nama lengkap Kylian Sanmi Mbappe Lottlin, striker muda kelahiran Perancis ini sudah menjadi sorotan dunia sepak bola. Setelah beberapa kemenangan yang ...
Ketan Sarikaya, Kuliner Padang yang Unik Beserta Resepnya
28 Juni 2018, by Maman Soleman
Selama ini, masakan Padang selalu diidentikkan dengan rendang, gulai kikil, sambal ijo, atau ikan dan ayam bakar. Tentu saja, perbendaharaan kulinernya tak ...
Fenomena Poltergereist Tertangkap Kamera CCTV
9 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Poltergeist adalah sebuah istilah dalam dunia paranormal untuk suatu benda yang bergerak dan bahkan melayang tanpa diketahui kekuatan apa yang membuat benda ...
8 Tips Merawat Baterai Handphone Tetap Awet
24 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Di era digital seperti saat ini, kebutuhan smartphone telah menjadi kebutuhan yang bisa dikatakan tidak bisa ditinggalkan oleh setiap orang tanpa terkecuali. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite