Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

1 Mei 2018 | Dibaca : 158x | Penulis : Slesta

Setelah epilepsi tampaknya tidak menurunkan kemungkinan seorang wanita hamil, penelitian baru menemukan.

"Makalah kami adalah mitos-buster," kata penulis studi Dr. Page Pennell, direktur penelitian dalam pembagian epilepsi di Brigham and Women's Hospital di Boston.

"Ketika saya memasuki spesialisasi ini, ada banyak mitos dan stigma tentang wanita yang hidup dengan epilepsi," kata Pennell dalam rilis berita rumah sakit. "Beberapa dekade yang lalu, wanita dengan epilepsi berkecil hati karena hamil dianggap berisiko."

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh kejang, kehilangan kesadaran dan masalah kesehatan lainnya.

"Hari ini, kita tahu lebih banyak dan memiliki obat yang lebih aman untuk membantu wanita dengan epilepsi memiliki kehamilan yang sehat. Tetapi mitos tentang tingkat kesuburan tetap. Kami ingin mengevaluasi angka tersebut, khususnya di kalangan wanita yang ingin hamil," kata Pennell.

Penelitian ini melibatkan 89 wanita dengan epilepsi dan 108 wanita tanpa epilepsi yang mencoba untuk hamil. Para wanita tidak memiliki riwayat gangguan infertilitas yang diketahui.

Dalam setahun, 60,7 persen perempuan dengan epilepsi dan 60,2 persen perempuan tanpa epilepsi hamil. Kedua kelompok mengambil waktu yang sama untuk hamil dan memiliki tingkat keguguran dan kelahiran hidup yang sama.

Di seluruh dunia, sekitar 12,5 juta wanita usia subur mengalami epilepsi. Studi sebelumnya telah menemukan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kelahiran yang lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki epilepsi, tetapi itu bisa disebabkan oleh lebih sedikit wanita dengan epilepsi yang ingin hamil, kata para peneliti.

Ahli saraf harus berbicara dengan pasien wanita usia subur "tentang rencana mereka untuk memulai keluarga dan tentang kontrasepsi yang efektif sampai saat itu," kata Pennell.

"Studi kami menunjukkan bahwa kebanyakan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kesuburan yang normal, sehingga perencanaan ke depan, menyesuaikan obat dan meresepkan vitamin sangat penting untuk wanita dengan epilepsi sepanjang tahun reproduksi mereka," kata Pennell.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jus Buah Dapat Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan yang Lambat Dari Waktu ke Waktu
15 Februari 2018, by Slesta
Jus buah tidak melakukan apapun untuk pinggang Anda, sebuah laporan studi baru. Orang yang minum segelas kecil jus buah setiap hari dapat berharap untuk ...
Pembantaian Sebuah Keluarga di Meksiko Menandai Kekerasan yang Terus Melonjak
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Tubuh anak-anak Martinez yang penuh lubang tembakan ditemukan di lantai, meringkuk di samping mayat orang tua mereka di sebuah rumah sewaan. Keluarga yang ...
Lelah di Pagi Hari? Coba Konsumsi Makanan dan Minuman ini!
17 Juli 2018, by Zeal
Seringkali saat kita akan memulai aktivitas di pagi hari rasanya badan terasa lelah hal ini bisa disebabkan oleh karena nutrisi yang tidak mencukupi atau gaya ...
Ini Dia 6 Tipe Pria yang Wajib Dihindari
31 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memiliki pasangan tentunya menjadi salah satu tujuan yang ingin kita dapatkan. Namun, untuk mendapatkan pasangan yang tepat tentunya kita harus ...
Langkah Tepat Turunkan Berat Badan dengan Jalan Kaki
17 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Postur tubuh yang ideal merupakan idaman setiap orang. Bukan hanya memperindah penampilan ternyata berat badan ideal pun sangat mepengaruhi ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab