Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

1 Mei 2018 | Dibaca : 452x | Penulis : Slesta

Setelah epilepsi tampaknya tidak menurunkan kemungkinan seorang wanita hamil, penelitian baru menemukan.

"Makalah kami adalah mitos-buster," kata penulis studi Dr. Page Pennell, direktur penelitian dalam pembagian epilepsi di Brigham and Women's Hospital di Boston.

"Ketika saya memasuki spesialisasi ini, ada banyak mitos dan stigma tentang wanita yang hidup dengan epilepsi," kata Pennell dalam rilis berita rumah sakit. "Beberapa dekade yang lalu, wanita dengan epilepsi berkecil hati karena hamil dianggap berisiko."

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh kejang, kehilangan kesadaran dan masalah kesehatan lainnya.

"Hari ini, kita tahu lebih banyak dan memiliki obat yang lebih aman untuk membantu wanita dengan epilepsi memiliki kehamilan yang sehat. Tetapi mitos tentang tingkat kesuburan tetap. Kami ingin mengevaluasi angka tersebut, khususnya di kalangan wanita yang ingin hamil," kata Pennell.

Penelitian ini melibatkan 89 wanita dengan epilepsi dan 108 wanita tanpa epilepsi yang mencoba untuk hamil. Para wanita tidak memiliki riwayat gangguan infertilitas yang diketahui.

Dalam setahun, 60,7 persen perempuan dengan epilepsi dan 60,2 persen perempuan tanpa epilepsi hamil. Kedua kelompok mengambil waktu yang sama untuk hamil dan memiliki tingkat keguguran dan kelahiran hidup yang sama.

Di seluruh dunia, sekitar 12,5 juta wanita usia subur mengalami epilepsi. Studi sebelumnya telah menemukan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kelahiran yang lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki epilepsi, tetapi itu bisa disebabkan oleh lebih sedikit wanita dengan epilepsi yang ingin hamil, kata para peneliti.

Ahli saraf harus berbicara dengan pasien wanita usia subur "tentang rencana mereka untuk memulai keluarga dan tentang kontrasepsi yang efektif sampai saat itu," kata Pennell.

"Studi kami menunjukkan bahwa kebanyakan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kesuburan yang normal, sehingga perencanaan ke depan, menyesuaikan obat dan meresepkan vitamin sangat penting untuk wanita dengan epilepsi sepanjang tahun reproduksi mereka," kata Pennell.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kok Masih Benci pada Simbol Bintang Daud?
25 Juli 2017, by Gatot Swandito
Setiap kali terjadi ribut-ribut di Palestina seperti yang terjadi dalam seminggu terakhir ini, simbol Bintang Daud tidak pernah luput jadi sasaran kebencian. ...
Ini Dia, Barisan Artis Yang Mantap Hijrah di Tahun 2018
21 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Dunia entertainment memang dikenal sebagai dunia yang bebas, pergaulan yang tanpa batas, bahkan tak sedikit para artis yang sudah terjun ke dunia ...
Ini 5 Rempah Termahal di Dunia, Tertinggi Hingga Rp 146 Juta!
8 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika memasak, pastinya kita menggunakan bumbu dan rempah untuk membuat masakan menjadi lebih lezat dan menggugah selera. Karena peran inilah, ...
isi khotbah sholat ied
3 Juli 2017, by Tonton Taufik
Ahad, 1 Syawal 1438 H / 25 Juni 2017 Tempat: Lapangan Alun2 Pemda Wonosari Waktu: Pukul 06.30 WIB – selesai Judul: Persatuan dan kesatuan ...
Anehnya, Isu Mahar 5 T yang Disarangkan pada Gatot Nurmantyo
27 Maret 2018, by Gatot Swandito
Hanya selang sehari setelah bombardir pemberitaan "Daftar Capres" Gatot Nurmantyo kembali mendapat serangan baru. "Kabar tak sedap menerpa Ketua ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview