Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

Studi: Epilepsi Tidak Mengganggu Kesempatan untuk Kehamilan

1 Mei 2018 | Dibaca : 365x | Penulis : Slesta

Setelah epilepsi tampaknya tidak menurunkan kemungkinan seorang wanita hamil, penelitian baru menemukan.

"Makalah kami adalah mitos-buster," kata penulis studi Dr. Page Pennell, direktur penelitian dalam pembagian epilepsi di Brigham and Women's Hospital di Boston.

"Ketika saya memasuki spesialisasi ini, ada banyak mitos dan stigma tentang wanita yang hidup dengan epilepsi," kata Pennell dalam rilis berita rumah sakit. "Beberapa dekade yang lalu, wanita dengan epilepsi berkecil hati karena hamil dianggap berisiko."

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh kejang, kehilangan kesadaran dan masalah kesehatan lainnya.

"Hari ini, kita tahu lebih banyak dan memiliki obat yang lebih aman untuk membantu wanita dengan epilepsi memiliki kehamilan yang sehat. Tetapi mitos tentang tingkat kesuburan tetap. Kami ingin mengevaluasi angka tersebut, khususnya di kalangan wanita yang ingin hamil," kata Pennell.

Penelitian ini melibatkan 89 wanita dengan epilepsi dan 108 wanita tanpa epilepsi yang mencoba untuk hamil. Para wanita tidak memiliki riwayat gangguan infertilitas yang diketahui.

Dalam setahun, 60,7 persen perempuan dengan epilepsi dan 60,2 persen perempuan tanpa epilepsi hamil. Kedua kelompok mengambil waktu yang sama untuk hamil dan memiliki tingkat keguguran dan kelahiran hidup yang sama.

Di seluruh dunia, sekitar 12,5 juta wanita usia subur mengalami epilepsi. Studi sebelumnya telah menemukan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kelahiran yang lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki epilepsi, tetapi itu bisa disebabkan oleh lebih sedikit wanita dengan epilepsi yang ingin hamil, kata para peneliti.

Ahli saraf harus berbicara dengan pasien wanita usia subur "tentang rencana mereka untuk memulai keluarga dan tentang kontrasepsi yang efektif sampai saat itu," kata Pennell.

"Studi kami menunjukkan bahwa kebanyakan wanita dengan epilepsi memiliki tingkat kesuburan yang normal, sehingga perencanaan ke depan, menyesuaikan obat dan meresepkan vitamin sangat penting untuk wanita dengan epilepsi sepanjang tahun reproduksi mereka," kata Pennell.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jelang Mudik, Ribuan Mobil Mulai Padati Tol Cipali
20 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Libur menjelang lebaran masih beberapa hari lagi namun banyak jalan yang telah dipenuhi oleh pemudik dari berbagai daerah. Warga yang telah ...
Fadli Zon : "Indonesia Butuh Pemimpin yang Cerdas, Berwibawa, Visioner, Ngga Banyak Ngutak dan Ngga Planga Plongo"
1 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Cuitan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon di akun Twitternya @Fadlizon yang mengatakan "Klu ingin bangkit n jaya, RI butuh pemimpin spt Vladimir ...
Satpol PP Hancurkan 50 Kios di kampung Nelayan Cilincing
2 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Puluhan bangunan liar di kampung Nelayan Cilincing ditertibkan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Polisi dan Pemerintah Kota Jakarta Utara ...
Belajar Bersyukur dari Buku Did I Ever Tell You How Lucky You Are?
10 April 2018, by Dika Mustika
Pernahkah kau merasa sangat jenuh dengan pekerjaanmu? Pernahkah kau merasa bahwa temanmu memilki posisi kerja yang lebih menyenangkan? Pernahkah kamu ...
Sehat Itu Berharga!
16 Februari 2018, by Dika Mustika
Beberapa waktu lalu, aku berkunjung ke rumah sakit. Dari sana aku berpikir betapa nikmat sehat sungguh sangat berharga. Setelah menjenguk saudara, aku ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview