Tutup Iklan
ObatDiabetes
  
login Register
Stigma Alzheimer Sebagai Penghalang untuk Pencegahan dan Perawatan

Stigma Alzheimer Sebagai Penghalang untuk Pencegahan dan Perawatan

29 Maret 2018 | Dibaca : 184x | Penulis : Slesta

Stigma seputar penyakit Alzheimer dapat mencegah orang Amerika belajar tentang risiko mereka dan dari bergabung dengan uji klinis untuk perawatan baru yang potensial, survei kecil mengungkapkan.

"Kami menemukan bahwa kekhawatiran tentang diskriminasi dan penilaian yang terlalu keras tentang tingkat keparahan gejala yang paling umum," kata peneliti utama Shana Stites dalam rilis berita Alzheimer Association.

"Dengan memahami kekhawatiran terbesar tentang penyakit ini, kami dapat membantu mengembangkan program dan kebijakan untuk mengurangi stigma," tambah Stites.

Dia adalah penyelidik penelitian senior di Divisi Kedokteran Etika Universitas Pennsylvania Perelman School of Medicine.

Para peneliti memberikan sampel acak 317 orang dewasa deskripsi fiktif seorang pasien dengan gangguan kognitif ringan atau demensia karena Alzheimer. Responden diberitahu kondisi pasien akan memburuk, memperbaiki atau tetap sama.

Lima puluh lima persen mengharapkan pasien akan didiskriminasi oleh majikan dan dikeluarkan dari pengambilan keputusan medis. Empat puluh tujuh persen berpikir data dalam rekam medis pasien, seperti gambar otak (46 persen) atau hasil tes genetik (45 persen), akan menyebabkan batas pada asuransi kesehatannya.

Persentase tersebut meningkat ketika responden diberitahu bahwa kondisi pasien akan memburuk seiring waktu.

Ketika mereka diberitahu pasien akan membaik, 24 persen menjadi 41 persen lebih sedikit responden mengatakan mereka mengharapkan bahwa diskriminasi atau pengecualian dari keputusan medis akan menghasilkan.

Itu menunjukkan kemajuan dalam terapi untuk meningkatkan prognosis pasien Alzheimer dapat membantu mengurangi stigma, menurut penulis penelitian.

"Stigma yang disayangkan terkait dengan Alzheimer dapat mencegah orang mendapatkan diagnosis yang mereka butuhkan atau kesempatan untuk intervensi awal yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," kata Maria Carrillo, kepala perancang sains asosiasi.

"Kita perlu mengurangi stigma untuk mendorong orang dengan gejala Alzheimer ringan atau bahkan tidak ada gejala untuk mendaftar dalam uji coba pencegahan untuk menemukan perawatan yang efektif. Temuan survei ini juga dapat berimplikasi pada tujuan nasional untuk mengembangkan terapi yang efektif pada tahun 2025," Carrillo kata.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Diduga Telah Ditemukan di Kedalaman 450 Meter
28 Juni 2018, by oteli w
Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Diduga Telah Ditemukan di Kedalaman 450 Meter Dugaan penemuan bangkai kapal KM Sinar bangun didasrkan dari hsil ...
Mengenang Kembali Peristiwa Agung pada Zaman Nabi Ibrahim AS
1 September 2017, by Zana Apriyatna
Hari ini umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah subhanahu wata’ala. Lebih dari 1,57 miliar kaum ...
Meski Imbang, Duel Persib vs Persija diwarnai Ricuh pada Akhir Laga!
22 Juli 2017, by Zeal
Laga panas bergengsi antara Persib Bandung versus Perija Jakarta pada Sabtu (22/7) berakhir dengan skor 1-1. Laga yang dilangsungkan di stadion Gelora Bandung ...
MWC shanghai
30 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dua produk Samsung terbaru tahun ini, Samsung Galaxy S8 dan S8+ menyabet penghargaan Smartphone Terbaik dari Asia Mobile Awards (AMo) yang ...
Manfaat Bermain Game
25 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dunia game sudah semakin berkembang, mulai dari game untuk PC ataupun mobile. Begitu juga dengan usia pemain game sangatlah beragam mulai dari anak-anak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview