Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Setelah Pemblokiran, Muncul Petisi Pembatalan Telegram

Setelah Pemblokiran, Muncul Petisi Pembatalan Telegram

15 Juli 2017 | Dibaca : 478x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Seperti yang diketahui, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi memblokir aplikasi Telegram, Jumat (14/7).

Kemkominfo menyatakan bahwa alasan pemblokiran tersebut terkait propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lainnya. Dan, itu sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Tak lama setelah pemblokiran, petisi kini muncul di Change.org meminta kepada Kemkominfo membatalkan pemblokiran.

Petisi yang dibuat oleh akun bernama Dodi IR itu berjudul 'Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram' dan ditujukan kepada Kominfo.

Hingga saat ini, pukul 16.52 WIB, Sabtu, 15 Juli 2017 dukungan terhadap petisi ini sudah mencapai 13.753. Petisi ini dibuat oleh akun dengan nama Dodi IR.

"Memblokir Telegram dengan alasan platform itu dijadikan platform komuniksi pendukung terorisme mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya," tulis Dodi sebagai narasi pembuka petisnya tersebut.

"Lebih buruk lagi, karena pendukung terorisme atau hal-hal lain yang merongrong NKRI apa pun tetap bisa berkomunikasi di platform lainnya. Bila Anda aktif di Facebook, Whatsapp, BBM, mungkin juga pernah melihat konten kebencian atau 'anti-NKRI' dan sejenisnya yang melintas bebas dibagikan dan diteruskan ke khalayak luas," tambahnya.

Dodi menilai ada banyak fitur yang terdapat di dalam Telegram dan tidak ditemukan oleh aplikasi sejenis pendahulunya.

"Ada banyak pengguna Telegram yang menikmati fitur-fitur aplikasi tersebut yang tidak/belum mampu disediakan pendahulunya maupun app sejenis. Para pemakai Telegram juga sedikit tenang karena, setidaknya sejak didirikan, data mereka tidak dipakai perusahaan skala besar untuk keperluan monetisasi. Para pengguna itu menjadi korban karena tak bisa mengakses Telegram, atau harus repot sedikit untuk melangkahi blokir pemerintah," kata Dodi.

"Sebaiknya pemerintah menunjukkan upaya terlebih dahulu dalam berkomunikasi dengan Telegram (yang pendirinya belum terlalu lama ini jalan-jalan dengan santai di berbagai pelosok Indonesia), yang senantiasa aktif menanggapi laporan blokir grup pendukung terorisme. Laporan-laporan itu bahkan dilakukan proaktif oleh beberapa orang dari komunitas pengguna Telegram," jelasnya.

Petisi 'Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram' dapat dilihat disini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rumah Bersih Seketika, Bisa Dengan Lakukan Trik Ini!
13 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap orang menginginkan rumah yang bersih dan nyaman bukan? Untuk mendapatkan rumah yang bersih dan nyaman bisa dengan melakukan beberapa ...
Daihatsu: Menjelang Lebaran Penjualan Meningkat
15 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Melewati periode lima bulan pada Januari–Mei tahun ini, penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales Daihatsu mencapai 80.878 unit, ...
gunung es
12 Juli 2017, by Fernandusman
Salah satu gunung es terbesar yang pernah tercatat baru saja terlepas dari Antartika. Blok raksasa diperkirakan mencakup area seluas kira-kira 6.000 km ...
5 Daya Tarik Wanita yang Bikin Pria Jatuh Cinta
7 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Saat sedang jatuh cinta tentunya wanita akan memikirkan bagaimana cara untuk menarik perhatian pria yang disukai. Namun sebagian wanita ada yang ...
Gempa! Pemain Borneo FC Berhamburan Keluar Hotel
1 September 2017, by Akbar Gemilang Suzli
Gempa berkekuatan 6.2 Skala Richter yang terjadi di pesisir barat Sumatera pada jam 00.06 WIB (01/09/2017) membuat warga Padang dan sekitarnya berhamburan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview