Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Setelah Pemblokiran, Muncul Petisi Pembatalan Telegram

Setelah Pemblokiran, Muncul Petisi Pembatalan Telegram

15 Juli 2017 | Dibaca : 447x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Seperti yang diketahui, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi memblokir aplikasi Telegram, Jumat (14/7).

Kemkominfo menyatakan bahwa alasan pemblokiran tersebut terkait propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lainnya. Dan, itu sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Tak lama setelah pemblokiran, petisi kini muncul di Change.org meminta kepada Kemkominfo membatalkan pemblokiran.

Petisi yang dibuat oleh akun bernama Dodi IR itu berjudul 'Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram' dan ditujukan kepada Kominfo.

Hingga saat ini, pukul 16.52 WIB, Sabtu, 15 Juli 2017 dukungan terhadap petisi ini sudah mencapai 13.753. Petisi ini dibuat oleh akun dengan nama Dodi IR.

"Memblokir Telegram dengan alasan platform itu dijadikan platform komuniksi pendukung terorisme mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya," tulis Dodi sebagai narasi pembuka petisnya tersebut.

"Lebih buruk lagi, karena pendukung terorisme atau hal-hal lain yang merongrong NKRI apa pun tetap bisa berkomunikasi di platform lainnya. Bila Anda aktif di Facebook, Whatsapp, BBM, mungkin juga pernah melihat konten kebencian atau 'anti-NKRI' dan sejenisnya yang melintas bebas dibagikan dan diteruskan ke khalayak luas," tambahnya.

Dodi menilai ada banyak fitur yang terdapat di dalam Telegram dan tidak ditemukan oleh aplikasi sejenis pendahulunya.

"Ada banyak pengguna Telegram yang menikmati fitur-fitur aplikasi tersebut yang tidak/belum mampu disediakan pendahulunya maupun app sejenis. Para pemakai Telegram juga sedikit tenang karena, setidaknya sejak didirikan, data mereka tidak dipakai perusahaan skala besar untuk keperluan monetisasi. Para pengguna itu menjadi korban karena tak bisa mengakses Telegram, atau harus repot sedikit untuk melangkahi blokir pemerintah," kata Dodi.

"Sebaiknya pemerintah menunjukkan upaya terlebih dahulu dalam berkomunikasi dengan Telegram (yang pendirinya belum terlalu lama ini jalan-jalan dengan santai di berbagai pelosok Indonesia), yang senantiasa aktif menanggapi laporan blokir grup pendukung terorisme. Laporan-laporan itu bahkan dilakukan proaktif oleh beberapa orang dari komunitas pengguna Telegram," jelasnya.

Petisi 'Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram' dapat dilihat disini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wow, Raline Shah Foto Bareng Bella Hadid. Ternyata tak Kalah Cantik Lho!
24 November 2017, by Rachmiamy
Sudah tidak diragukan lagi jika bintang film Surga yang Tak Dirindukan, Raline Shah memiliki wajah yang sangat cantik. Bahkan kecantikan yang dimiliki artis ...
Terkesan cari Aman, PDIP Cenderung Pilih Gus Ipul untuk Pilkada Jatim
12 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pilkada Jatim masih menjagokan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam berbagai survey yang dilakukan beberapa lembaga Survey. Bahkan ada beberapa ...
Agar Terhindar Dari Stroke Rutinlah Jalan Kaki
5 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kesehatan merupakan nomor sumber nomor satu kebahagiaan seseorang untuk menikmati hidup. Namun, terkadang kita sering lupa akan kesehatan ketika diperhadapkan ...
Ternyata Rasa Cemas Baik untuk Ingatan Kita, Tapi ...
28 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seringkali kecemasan dianggap salah satu hal yang berbahaya bagi kita. Padahal, rasa cemas ternyata dapat membantu mengingat berbagai hal atau ...
Cegah Kulit Tangan dari Penuaan Dengan Cara Berikut
29 Juni 2018, by oteli w
Cegah Kulit Tangan dari Penuaan Dengan Cara Berikut Selama ini jika berbicara tentang penuaan pasti semua orang akan dengan sangat cepat terpusat pikirannya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab